DEMOKRASINEWS, Makkah, 13 Mei 2026 – WC 3 menjadi salah satu titik favorit dan strategis bagi jamaah haji Indonesia, khususnya jamaah asal Lampung. Lokasinya yang berada tepat di depan pintu masuk menuju Masjidil Haram membuat kawasan ini sangat mudah dijadikan titik pertemuan antarkeluarga maupun sesama rombongan jamaah.
Kawasan ini bahkan menjadi perbincangan hangat di kalangan jamaah karena aksesnya yang sangat dekat dengan jalur kedatangan bus dari wilayah Misfalah menuju Terminal Ajyad.
Setelah turun dari bus, jamaah cukup berjalan lurus menuju Masjidil Haram dan akan langsung melewati area WC 3.

Di tengah perjalanan menuju Masjidil Haram, terdengar suara seorang jamaah asal Bandar Lampung bernama Farida Wati yang sedang berbicara melalui telepon dengan suaminya.
“Kami masih di bus, Pak. Sebentar lagi sampai terminal lalu menuju ke sana. Tunggu di depan WC 3 ya, tempat biasa,” ujar Farida Wati.
Bagi jamaah Indonesia, WC 3 memang dikenal sebagai lokasi paling mudah untuk membuat janji bertemu. Letaknya yang strategis tepat di depan gerbang masuk menuju area Ka’bah membuat jamaah tidak kesulitan menemukan titik tersebut.
Di atas area WC 3 terdapat layar televisi besar yang menayangkan ayat-ayat suci Al-Qur’an lengkap dengan terjemahan dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Banyak jamaah yang menunggu keluarga atau sahabatnya sambil membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang tampil di layar tersebut. Suasana religius dan penuh kekeluargaan terasa begitu kuat di kawasan ini.
Di depan gerbang menuju WC 3, tampak sejumlah Askar atau petugas keamanan Arab Saudi berjaga sambil melakukan pemeriksaan kartu Nusuk secara acak.
“Nusuk… Nusuk…” ujar petugas sambil mengarahkan scanner kepada jamaah yang melintas.
Menariknya, beberapa petugas tampak ramah kepada jamaah Indonesia.
“Indonesia… apa kabar?” sapa salah seorang Askar kepada jamaah.
Kabar menggembirakan juga datang bagi jamaah Indonesia pengguna layanan Telkomsel. Sebuah gerai GraPARI di kawasan sekitar Masjidil Haram menyediakan fasilitas makan bakso dan bakmi atau mie ayam gratis bagi pelanggan yang dapat menunjukkan bukti roaming internasional.
Antusiasme jamaah terlihat dari antrean panjang yang mengular di depan lokasi verifikasi.
Sebagian jamaah tampak sibuk membuka aplikasi di telepon genggam mereka, sementara sebagian lainnya meminta bantuan petugas karena belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
Namun jamaah lanjut usia maupun yang kurang memahami teknologi tidak perlu khawatir. Dua orang petugas terlihat sigap membantu pelanggan dengan ramah dan sabar.
Satu petugas melayani proses pemesanan, sedangkan petugas lainnya khusus membantu jamaah yang mengalami kesulitan mengakses aplikasi.
Endy, Bagus, dan Ahmad, tiga anak muda asal Bandar Lampung, tampak antusias ingin mencoba makanan khas Indonesia tersebut.
“Porsi jumbo begini cocok sekali untuk anak muda,” celetuk Triyono yang berdiri di samping mereka.
Petugas pun menjelaskan ketentuan program tersebut kepada para jamaah.
“Khusus bakso dan bakmi atau mie ayam saja yang gratis, kalau makanan lainnya dikenakan biaya tambahan,” ujar petugas.
Juminah, jamaah asal Pekanbaru, mengaku sengaja membuat janji bertemu keluarganya yang berasal dari Lampung untuk menikmati makanan Indonesia bersama.
“Alhamdulillah ada program Telkomsel di gerai GraPARI sehingga kami bisa menikmati bakso dan bakmi khas Indonesia,” katanya.
Menurutnya, kerinduan terhadap cita rasa masakan Indonesia menjadi hal yang sangat dirasakan jamaah setelah beberapa waktu berada di Tanah Suci.
“Awalnya kami ingin membeli makanan Indonesia untuk sembilan orang, tetapi setelah dihitung biayanya cukup besar. Akhirnya kami sepakat memanfaatkan program dari Telkomsel dan bisa makan bakso serta bakmi gratis,” jelasnya.
Ia pun mengaku puas dengan cita rasa makanan yang disajikan.
“Bakso dan bakminya porsinya jumbo, rasanya pas dengan lidah Indonesia. Pokoknya enak sekali,” ujarnya sambil tersenyum.
Selain WC 3, kawasan Tower Zam-Zam juga menjadi salah satu lokasi favorit jamaah Indonesia.
Di kawasan ini terdapat berbagai restoran Indonesia yang menjadi pelepas rindu cita rasa Nusantara.
Salah satu yang cukup dikenal jamaah adalah Damba Restoran Indonesia yang berada di Tower Zam-Zam lantai 4, Makkah.
Restoran tersebut menjadi alternatif pilihan jamaah yang ingin menikmati menu khas Indonesia setelah menjalankan rangkaian ibadah.
Sementara itu, bagi jamaah yang gemar berfoto, kawasan Address Jabal Omar Makkah Hotel juga menjadi lokasi favorit.
Bangunan megah yang berada di seberang pintu 8A tersebut viral di media sosial dan sering dijadikan latar foto oleh jamaah saat mengisi waktu luang.
Suasana modern berpadu dengan nuansa religius menjadikan kawasan sekitar Masjidil Haram tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang pertemuan budaya dan kebersamaan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.( Red/Laporan Agustobationo dari Makkah )











