Bandar Lampung, 6 Mei 2026 — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan arah pembangunan daerah ke depan harus bertumpu pada desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, dengan fokus pada penguatan sektor pertanian dan hilirisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Provinsi Lampung periode 2026–2031 di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung.
“Ekonomi kita tumbuh, dan pertumbuhan itu ada di desa. Karena itu, seluruh kebijakan harus diarahkan untuk memperkuat desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga menunjukkan komitmen konkret dengan menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta per desa kepada 2.446 desa di seluruh Lampung.
Gubernur menyoroti bahwa sekitar 70 persen penduduk Lampung tinggal di desa, namun perputaran ekonomi masih didominasi wilayah perkotaan. Menurutnya, kondisi ini merupakan dampak dari pola pembangunan lama yang belum sepenuhnya berpihak pada petani dan masyarakat desa.
“Selama ini petani hanya mendapatkan bagian kecil dari rantai nilai ekonomi. Akibatnya, saat harga komoditas turun, mereka yang paling terdampak,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong transformasi ekonomi desa melalui penguatan sektor pertanian dan pengembangan hilirisasi. Program prioritas yang dijalankan antara lain pemberian pupuk organik cair (POC) gratis untuk meningkatkan produktivitas, serta penyediaan 500 unit alat pengering (dryer) hingga tahun 2028 guna memperkuat proses pascapanen di tingkat desa.
Dengan langkah ini, diharapkan hasil pertanian tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan telah melalui proses pengolahan sehingga memberikan nilai tambah bagi petani.
“Kepala desa adalah ujung tombak pembangunan. Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa terus diperkuat melalui berbagai program, termasuk “Desaku Maju” yang diarahkan untuk menciptakan desa mandiri dan berdaya saing.
Gubernur juga menyinggung dampak kondisi ekonomi desa terhadap kualitas hidup masyarakat, mulai dari pendapatan petani hingga akses pendidikan. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung yang masih berada di peringkat ke-26 nasional menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
Meski demikian, ia optimistis arah kebijakan nasional yang kini semakin berpihak kepada desa, termasuk melalui perbaikan harga komoditas pertanian, akan membawa perubahan signifikan.
Pelantikan APDESI Merah Putih ini tidak hanya menjadi momentum organisasi, tetapi juga penegasan bahwa masa depan pembangunan Lampung bertumpu pada kekuatan desa tempat di mana mayoritas masyarakat hidup dan harapan ekonomi bertumbuh.( Red/Rhd/Rls Diskominfo Pemprop Lampung )











