DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 26 April 2026 – Perhelatan akbar Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Lampung Timur resmi berakhir dengan penutupan meriah di Lapangan Merdeka, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono. Ribuan bahkan puluhan ribu masyarakat memadati kawasan acara untuk menyaksikan pesta rakyat yang menjadi puncak perayaan hari jadi daerah tersebut.
Closing ceremony secara resmi dilakukan oleh Jihan Nurlela Wakil Gubernur Lampung. Suasana malam penutupan semakin semarak dengan kehadiran Denny Caknan, musisi asal Ngawi yang dikenal luas lewat lagu-lagu populernya. Kehadiran artis nasional itu menjadi magnet besar yang menarik warga dari berbagai wilayah di Lampung Timur dan sekitarnya, Sabtu malam (25/04/2026).

Antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga area Lapangan Merdeka tidak lagi mampu menampung seluruh pengunjung. Banyak warga rela datang lebih awal, membawa keluarga, bahkan menempuh perjalanan jauh demi menikmati hiburan rakyat yang jarang tersaji dalam skala besar.
Namun kemeriahan acara tidak hanya soal panggung hiburan. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga menggelar Festival 1001 Malam Expo UMKM yang melibatkan peserta dari 24 kecamatan. Dalam laporan penutupan kegiatan, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan bahwa perputaran uang selama 10 hari pelaksanaan diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar.
Angka tersebut menjadi sinyal positif bahwa kegiatan publik yang terencana mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Pedagang makanan, pelaku usaha kecil, perajin lokal, jasa parkir, hingga sektor informal lainnya ikut merasakan manfaat langsung dari ramainya pengunjung.
Di tengah kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih akibat tekanan ekonomi, tingginya transaksi selama acara menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki semangat berbelanja ketika tersedia ruang ekonomi yang hidup dan menarik.
Meski demikian, masyarakat berharap dampak kegiatan seperti ini tidak berhenti pada euforia sesaat. Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa berbagai festival besar, termasuk Festival Way Kambas pada periode sebelumnya, mampu menyedot ribuan pengunjung, tetapi manfaat jangka panjangnya dinilai belum sepenuhnya dirasakan secara luas.

Karena itu, perayaan HUT ke-27 Lampung Timur menjadi momentum penting untuk mengevaluasi arah pembangunan daerah. Kegiatan seremonial seharusnya menjadi pintu masuk bagi program ekonomi berkelanjutan, bukan sekadar agenda tahunan yang selesai ketika panggung dibongkar.
Warga menaruh harapan besar pada pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan penghubung antar desa dan antar kecamatan. Konektivitas yang baik diyakini menjadi kunci kelancaran distribusi hasil pertanian, perdagangan lokal, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Selain itu, sentra-sentra ekonomi rakyat perlu ditata lebih serius. Pasar tradisional, kawasan UMKM, ruang promosi produk lokal, serta dukungan pelatihan usaha dapat menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil.
Dalam situasi fiskal nasional dan daerah yang menuntut efisiensi, pemerintah daerah juga ditantang mencari terobosan baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Inovasi investasi, pengembangan pariwisata, penguatan UMKM, dan tata kelola anggaran yang tepat sasaran menjadi kebutuhan mendesak.
Pesta rakyat telah usai, lampu panggung telah padam. Namun harapan masyarakat Lampung Timur justru semakin terang: agar kemeriahan ulang tahun daerah tahun ini menjadi awal perubahan nyata menuju pembangunan yang merata, ekonomi yang tumbuh, dan kesejahteraan yang dirasakan seluruh warga.( Redaksi Supriyono )











