DEMOKRASINEWS, Lampung Timur 24 April 2026 – Gemerlap lampu dan riuh suara musik memecah malam di Lapangan Merdeka, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (23/4/2026). Ribuan warga tumpah ruah memadati area festival UMKM yang digelar dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Lampung Timur.
Memasuki hari kedelapan penyelenggaraan, festival ini menjelma menjadi magnet besar bagi masyarakat dari berbagai wilayah. Puncaknya terjadi saat hiburan rakyat menghadirkan grup band nasional Kangen Band bersama vokalis ikonik Andika Kangen Band. Suasana berubah menjadi lautan manusia—pengunjung berdesakan, memenuhi lapangan hingga meluber ke area sekitar.


Bagi warga, ini bukan sekadar hiburan. Festival UMKM menjadi ruang pertemuan antara ekonomi dan kebersamaan. Deretan tenda kuliner dan produk lokal dipadati pembeli sejak pagi hingga larut malam. Aroma makanan tradisional berpadu dengan semangat pelaku usaha kecil yang merasakan lonjakan penjualan signifikan.
“Alhamdulillah, pengunjung sangat ramai. Bahkan para pedagang kuliner mengaku penjualannya meningkat hingga 300 persen dan dagangan mereka habis terjual,” ujar Ela Siti Nuryamah.
Ia menilai, dipilihnya Kecamatan Bandar Sribhawono sebagai pusat kegiatan festival bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai menjadi barometer perkembangan ekonomi daerah, sekaligus simpul aktivitas masyarakat yang dinamis.

Bagi masyarakat Lampung, Sribhawono memang bukan nama asing. Lapangan Merdeka kerap menjadi pusat kegiatan tahunan yang selalu dinanti, baik oleh pelaku UMKM maupun pengunjung dari luar daerah. Kombinasi antara hiburan rakyat dan aktivitas ekonomi menjadikan kawasan ini hidup, sekaligus berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal.
Meski di tengah kondisi fiskal daerah yang belum sepenuhnya pulih, antusiasme masyarakat justru menunjukkan daya beli yang tetap terjaga. Transaksi jual beli terus berlangsung, mencerminkan optimisme warga terhadap pemulihan ekonomi.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berencana menggelar perayaan serupa dengan skala lebih besar di Sukadana sebagai pusat pemerintahan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus menarik minat investor melalui penataan ruang wilayah yang lebih strategis.
Di balik keramaian festival, terselip harapan besar. Harapan akan ekonomi yang terus bergerak, kemiskinan yang berangsur menurun, serta infrastruktur yang semakin membaik.
Festival ini bukan sekadar perayaan ulang tahun daerah, melainkan cerminan semangat kolektif masyarakat Lampung Timur—bahwa di tengah keterbatasan, kebersamaan mampu menjadi kekuatan untuk bangkit dan melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera.( Red/Prie )











