DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung – Pagi baru saja tiba di Bandar Lampung, Sabtu (7/3/2026). Sinar matahari memantul di genangan air yang tersisa di halaman rumah warga. Di beberapa sudut kampung, suara sapu dan ember yang diseret terdengar bersahutan. Setelah semalam dilanda banjir akibat hujan deras, warga kini perlahan bangkit, membersihkan lumpur yang tertinggal di rumah mereka.
Sisa genangan air masih terlihat di sejumlah sudut jalan dan halaman rumah, namun aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan seperti biasa.

Di beberapa rumah yang sempat terendam banjir, warga tampak sibuk membersihkan lantai yang dipenuhi lumpur. Ember, sapu, dan kain pel menjadi alat utama untuk mengembalikan rumah mereka agar kembali layak ditempati.
Suasana serupa terlihat di sejumlah wilayah yang terdampak banjir akibat hujan deras pada Jumat sore (6/3/2026). Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur selama sekitar dua jam membuat air meluap dan merendam puluhan kawasan permukiman serta ruas jalan utama di Kota Bandar Lampung.
Meski banjir sempat membuat warga panik, kondisi pada Sabtu pagi berangsur membaik. Arus lalu lintas kendaraan bermotor di jalan raya kembali normal. Di Jalan Hendro Suratmin menuju arah Sukarame dan Sukabumi, kendaraan sudah kembali melintas seperti hari-hari biasa.

Sementara itu, semangat gotong royong warga terlihat jelas. Sebagian warga membersihkan rumah masing-masing, sementara yang lain membantu mengangkat sampah yang tersangkut di saluran drainase agar aliran air kembali lancar.
“Semalam airnya cukup tinggi, tapi syukurlah sekarang sudah surut,” ujar salah seorang warga sambil menyapu sisa lumpur di halaman rumahnya.
Berdasarkan data sementara, banjir tercatat terjadi di sekitar 38 titik di Kota Bandar Lampung. Beberapa kecamatan yang terdampak antara lain Sukarame, Rajabasa, Kedaton, Kedamaian, Telukbetung, Tanjung Senang, dan Tanjungkarang Timur.
Tidak hanya di Kota Bandar Lampung, banjir juga melanda Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Sejumlah warga bahkan sempat terjebak di dalam rumah akibat genangan air yang cukup tinggi sehingga harus dievakuasi oleh tim gabungan.
Meski demikian, kondisi berangsur pulih pada Sabtu pagi. Warga mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan semangat baru setelah melewati malam yang menegangkan.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat pada 6 hingga 8 Maret 2026 yang dapat memicu dampak hidrometeorologi seperti banjir dan genangan.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang.
Di tengah sisa lumpur dan genangan air yang perlahan mengering, semangat kebersamaan warga menjadi pemandangan yang menenangkan. Bagi mereka, banjir mungkin datang tiba-tiba, tetapi harapan untuk bangkit selalu ada bersama semangat gotong royong.( Red/Ato/Prie)











