DEMOKRASINEWS, Serang, Banten – Pagi di Banten, Minggu (8/2/2026), terasa berbeda. Di tengah riuh langkah ribuan peserta jalan sehat Hari Pers Nasional (HPN) 2026, 22 wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Timur berjalan beriringan. Keringat, senyum, dan tawa menyatu dalam satu semangat, kebersamaan insan pers.
Mereka datang dari Lampung Timur bukan sekadar untuk berolahraga. Kehadiran kontingen PWI Lampung Timur menjadi bagian dari cerita besar HPN—tentang persaudaraan, silaturahmi, dan semangat menjaga marwah profesi jurnalistik.
Kegiatan jalan sehat dilepas langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, bersama Ketua PWI Pusat, Cak Munir, dari depan Kantor Gubernur Banten. Ribuan peserta tampak antusias, menciptakan suasana hangat yang jauh dari kesan formal sebuah acara kenegaraan.
Ketua PWI Lampung Timur, Muklis, menyebut momen ini sebagai ruang langka bagi wartawan untuk sejenak melepas rutinitas liputan dan tenggat waktu.
“Kami datang bukan hanya untuk memeriahkan HPN, tapi juga untuk bersilaturahmi. Jalan sehat ini sederhana, tapi maknanya besar. Di sinilah kami bisa saling menyapa, bercengkerama, dan memperkuat kekompakan,” ujar Muklis.
Menurutnya, kebersamaan seperti ini penting bagi wartawan daerah yang sehari-hari lebih banyak bergelut dengan dinamika lapangan dan tekanan pekerjaan.
“Di tengah kesibukan dan tantangan dunia pers, momen seperti ini mengingatkan kami bahwa wartawan juga manusia yang butuh kebersamaan dan dukungan satu sama lain,” tambahnya.
Gubernur Banten, Andra Soni, dalam sambutannya menegaskan bahwa jalan sehat HPN bukan hanya tentang menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga merawat hubungan antara pemerintah dan insan pers.
“Kami bangga Banten menjadi tuan rumah HPN 2026. Kebersamaan pagi ini adalah simbol kolaborasi dan kepercayaan antara pemerintah dan pers,” ucap Andra Soni.
Sementara itu, Ketua PWI Pusat, Cak Munir, melihat HPN sebagai momentum refleksi bagi insan pers di tengah derasnya arus informasi.
“HPN adalah ruang untuk menguatkan kembali nilai-nilai dasar pers: profesional, independen, dan berpihak pada kepentingan publik. Semua itu berawal dari kebersamaan,” katanya.
Langkah-langkah kecil para wartawan PWI Lampung Timur pagi itu mungkin sederhana. Namun di baliknya tersimpan harapan besar—agar pers daerah tetap solid, berdaya, dan terus hadir sebagai suara publik. Dari jalan sehat di Banten, semangat itu kembali dibawa pulang ke Lampung Timur, untuk terus dijaga dan diperjuangkan.(Red/Prie)










