• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Sabtu, Mei 16, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Nasional

KPI Pusat dan FIKOM Universitas Pancasila Bahas Penguatan Pengawasan Konten Media di Era Digital

DemokrasiNews
23/12/2025
in Nasional, Advertorial, Pendidikan
KPI Pusat dan FIKOM Universitas Pancasila Bahas Penguatan Pengawasan Konten Media di Era Digital

DEMOKRASINEWS, Jakarta – Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Pancasila menggelar seminar bertajuk “Pengawasan Konten Media: Evolusi dari Siaran Televisi hingga Platform Digital”. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, serta Direktur Riset NSI sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila, Muhamad Rosit.

Seminar tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara KPI Pusat dan FIKOM Universitas Pancasila. Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan KPI Pusat dan Dekan FIKOM Universitas Pancasila, Anna Agustina, sebagai upaya memperkuat kolaborasi akademik dan kelembagaan dalam bidang pengawasan serta literasi media.

Dalam pemaparannya, Ubaidillah menegaskan komitmen KPI Pusat untuk terus memperkuat pengawasan konten media seiring berkembangnya ekosistem media yang semakin dinamis. Pengawasan tidak hanya mencakup penyiaran konvensional seperti televisi dan radio, tetapi juga merambah platform digital yang bersifat lintas batas negara.

KPI Pusat dan FIKOM Universitas Pancasila Bahas Penguatan Pengawasan Konten Media di Era Digital KPI Pusat dan FIKOM Universitas Pancasila Bahas Penguatan Pengawasan Konten Media di Era Digital KPI Pusat dan FIKOM Universitas Pancasila Bahas Penguatan Pengawasan Konten Media di Era Digital
KPI Pusat dan FIKOM Universitas Pancasila Bahas Penguatan Pengawasan Konten Media di Era Digital

Ubaidillah menjelaskan bahwa Indonesia memiliki model pengawasan konten yang berbeda-beda sesuai karakter medianya. Pada media penyiaran terestrial, seperti televisi dan radio, pengawasan dilakukan melalui pemantauan dan mekanisme pengaduan setelah tayang (post-broadcast monitoring) berdasarkan regulasi penyiaran. Sementara pada sektor perfilman dan iklan tertentu, pengawasan dilakukan melalui mekanisme sensor sebelum tayang oleh lembaga berwenang.

“Frekuensi siaran adalah milik publik dan jumlahnya terbatas. Karena itu, pengawasan terhadap televisi dan radio dilakukan secara ketat, terutama terkait perlindungan anak, norma kesopanan, pengendalian kekerasan, serta isu SARA,” ujar Ubaidillah.

Sementara itu, Muhamad Rosit menyoroti masih lemahnya pengawasan terhadap platform media digital. Menurutnya, selain penguatan regulasi penyiaran konvensional, pengawasan juga perlu diperluas pada platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, Telegram, X (Twitter), dan media sosial lainnya.

“Hingga saat ini, pengawasan media digital masih relatif belum optimal, khususnya yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Padahal, pengaruh platform digital terhadap pembentukan opini publik sangat besar,” kata Rosit.

Ia menambahkan, tantangan pengawasan semakin kompleks karena platform digital memiliki karakter global, interaktif, dan tidak mengenal batas wilayah. Kondisi ini menyebabkan regulasi penyiaran konvensional tidak dapat diterapkan secara langsung. Pengawasan di ruang digital lebih banyak dilakukan melalui mekanisme moderasi konten berbasis community guidelines yang melibatkan platform, pemerintah, dan partisipasi pengguna.

KPI Pusat juga menyoroti derasnya arus informasi digital yang tidak terfilter berpotensi memicu berbagai persoalan, seperti hoaks, ujaran kebencian, echo chamber, hingga polarisasi sosial. Oleh karena itu, pendekatan pengawasan tidak cukup hanya bersifat regulatif, tetapi harus kolaboratif dan partisipatif.

Selain itu, terdapat ketimpangan regulasi dan ekonomi antara media penyiaran konvensional dan platform digital. Jika televisi dan radio diawasi secara ketat oleh negara, maka platform digital—yang sebagian besar berbasis di luar negeri—masih menghadapi tantangan dalam kepatuhan regulasi dan kontribusi terhadap ekonomi nasional.

Sebagai langkah ke depan, KPI Pusat menekankan pentingnya penguatan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan digital serta peningkatan kepatuhan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) terhadap aturan nasional.

“Kami mendorong pengawasan konten media yang tidak hanya berbasis sanksi, tetapi juga edukasi publik, kolaborasi lintas lembaga, serta peningkatan kesadaran masyarakat sebagai pengguna sekaligus produsen konten,” tegas Ubaidillah.

Melalui seminar ini, KPI Pusat bersama FIKOM Universitas Pancasila berharap penguatan pengawasan yang adaptif dan partisipatif dapat mewujudkan ekosistem media nasional yang sehat, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik di tengah dinamika era digital, tutup Rosit.
(Red/Rls Sinar Netsos Indonesia)


Berita Terkini

Lewat Sepak Bola, Polsek Bumi Waras Ajak Anak Jauhi Tawuran dan Gadget
Olahraga

Lewat Sepak Bola, Polsek Bumi Waras Ajak Anak Jauhi Tawuran dan Gadget

DemokrasiNews
15/05/2026
KDKMP Didorong Perkuat Ekonomi Lokal dan Kemandirian Desa
Edukasi

KDKMP Didorong Perkuat Ekonomi Lokal dan Kemandirian Desa

DemokrasiNews
14/05/2026
BPJS Nonaktif, Pemkab Lampung Utara Siapkan Solusi Cepat Lewat PBI Daerah
Advertorial

BPJS Nonaktif, Pemkab Lampung Utara Siapkan Solusi Cepat Lewat PBI Daerah

DemokrasiNews
14/05/2026
TNI AL Selamatkan Negara dari Kerugian Rp14,75 Triliun dari Penyelundupan SDA dan Narkoba
Hukum & Kriminal

TNI AL Selamatkan Negara dari Kerugian Rp14,75 Triliun dari Penyelundupan SDA dan Narkoba

DemokrasiNews
14/05/2026
Presiden Prabowo Saksikan Penyelamatan Aset Negara Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Hutan
Nasional

Presiden Prabowo Saksikan Penyelamatan Aset Negara Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Hutan

DemokrasiNews
14/05/2026
Haji Bukan Sekadar Perjalanan, Tetapi Latihan Kesabaran dan Keikhlasan
Sosial Budaya

Haji Bukan Sekadar Perjalanan, Tetapi Latihan Kesabaran dan Keikhlasan

DemokrasiNews
14/05/2026

Related News

Resmi, DPP PKS Serahkan Form B1-KWK Parpol Untuk Pasangan H.Tony Eka Candra

Resmi, DPP PKS Serahkan Form B1-KWK Parpol Untuk Pasangan H.Tony Eka Candra

03/09/2020
Audiensi Dengan Bupati, GTKHNK35+ Kabupaten Lampung Selatan Minta Pemerintah Daerah Usulkan Kuota PPPK 2022 Sebanyak-banyaknya

Audiensi Dengan Bupati, GTKHNK35+ Kabupaten Lampung Selatan Minta Pemerintah Daerah Usulkan Kuota PPPK 2022 Sebanyak-banyaknya

25/12/2021
Wagub Jihan: Transformasi Kesehatan Jadi Kunci Wujudkan Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Wagub Jihan: Transformasi Kesehatan Jadi Kunci Wujudkan Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

12/11/2025

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/