DEMOKRASINEWS, Lampung Barat – Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti perjalanan rombongan RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro saat melepas tiga tenaga medis purnabakti melalui kegiatan healing di Danau Ranau, pada akhir Agustus 2025 kemarin.
Sebanyak 28 orang turut serta dalam perjalanan dua hari ini, dipimpin langsung oleh Kabid Keperawatan, Oktarina Handayani.
Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya resmi memasuki masa pensiun: Robiah Susilawati (Perawat), Siti Patimah (Keuangan), dan Ika Maryani (Farmasi). Tak hanya pegawai aktif, beberapa senior yang lebih dahulu purnabakti juga ikut meramaikan acara.

“Danau Ranau sangat indah. Setelah berkunjung ke sini, masing-masing dari kami punya sejuta cerita,” tutur Oktarina saat ditemui.
Perjalanan Melelahkan, Terbayar Keindahan
Rombongan berangkat dari Metro menempuh perjalanan darat hampir delapan jam menuju Danau Ranau, yang terletak di perbatasan Lampung Barat dan Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan. Walau jalannya berliku dan penuh tanjakan, setibanya di lokasi rasa lelah seakan sirna.
“Perjalanannya memang sport jantung, tapi semuanya terbayar begitu sampai di Ranau,” ungkap Robiah Susilawati, atau akrab disapa Oby.
Bagi Oby, Danau Ranau bukan tempat asing. Ia pernah berkunjung bersama keluarga dan masih mengingat suasana membeli ikan segar, alpukat ranum, dan pucuk labu yang jarang ditemui di Metro.
Wisata Penuh Cerita
Selama dua hari, rombongan menikmati berbagai destinasi seperti Pasar Tematik Lumbok Seminung, Air Terjun Subik Tuha, hingga Pulau Bidadari. Sayangnya, agenda arung jeram batal terlaksana karena keterbatasan waktu.
Malam harinya, acara pelepasan dilaksanakan di Aula Wisma Pusri yang nyaman dan hangat. Meski awalnya direncanakan outdoor, hujan membuat acara dipindah ke dalam ruangan. Sesi ramah tamah, doa bersama, dan tukar kado menutup kegiatan dengan penuh keceriaan.
“Kalau saja tidak hujan, pasti lebih seru di luar. Udara dingin, pemandangan indah, dan ekspresi bisa lebih lepas,” kenang Oby sambil tersenyum.
Pesan untuk Purnabakti
Dalam kesempatan itu, Oktarina menyampaikan rasa hormat dan doa terbaik bagi para purnabakti.
“Selamat memasuki masa pensiun. Semoga selalu sehat, bahagia, dan tetap menjalin silaturahmi,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Tatik, salah satu senior yang lebih dulu pensiun. Ia menyebut, perjalanan kali ini berbeda dari sebelumnya.
“Kami sudah sering ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, bahkan ke laut. Tapi acara di Ranau kali ini punya sejuta rasa yang tak terlupakan,” katanya.
Sejuta Kenangan di Ranau
Danau Ranau, dengan luas 125,9 km² dan kedalaman hingga 174 meter, menyuguhkan panorama spektakuler. Dikelilingi Gunung Seminung dan pepohonan hijau, suasananya menenangkan. Wisatawan bisa menikmati ikan nila bakar khas Ranau, memancing, atau menjelajahi danau dengan perahu.
Selain alamnya, keramahan warga dan segarnya hasil bumi seperti alpukat dan sayuran pucuk labu menambah keunikan tersendiri. Tak heran jika setiap pengunjung selalu pulang membawa cerita.
“Perjalanan ini melelahkan, tapi semua keindahan dan kebersamaan membuatnya menjadi kenangan yang akan selalu saya ingat,” tutup Robiah Susilawati. (Red/Ato)











