DEMOKRASINEWS, Sukabumi – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., melakukan peninjauan terhadap pembangunan hunian tetap (huntap) di Desa Wanajaya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (8/1). Rumah tersebut dibangun untuk masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sukabumi pada Desember 2024.
Pembangunan rumah hunian tetap ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Saat ini, penanganan bencana yang sebelumnya berada dalam status tanggap darurat telah memasuki fase transisi menuju pemulihan. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Sukabumi No. 300.2.1/kep.1009/BPBD/2024 yang menetapkan status transisi darurat ke pemulihan bencana banjir dan tanah longsor di Sukabumi.
Sebagai simbol pemulihan, Letjen TNI Dr. Suharyanto melakukan penanaman pohon di pekarangan rumah contoh Riksa (Rumah Instan Kuat, Sehat dan Aman). Sebanyak 13 pohon, terdiri dari pohon durian dan pohon mangga, ditanam di lokasi tersebut. Pemilihan pohon durian dan mangga sebagai penghijauan memiliki nilai ekologis dan ekonomi. Selain berfungsi sebagai peneduh, buah yang dihasilkan dapat memberikan nilai ekonomi, sementara akar pohon ini berfungsi mengikat tanah, yang dapat mengurangi potensi longsor, mengingat kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi di daerah tersebut.

“Penanaman pohon ini merupakan bagian dari pendekatan ekologi dan ekonomi yang diharapkan dapat mengurangi risiko longsor, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Suharyanto. Ia juga berharap program ini dapat diadopsi oleh daerah lain yang menghadapi potensi risiko serupa.
Setelah peninjauan lapangan, Letjen TNI Dr. Suharyanto melanjutkan kegiatan dengan memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Hunian Tetap di Pendopo Palabuhanratu. Dalam rapat tersebut, Suharyanto menekankan pentingnya percepatan proses pendataan rumah-rumah yang rusak berdasarkan tingkat kerusakan dan domisili warga. Hal ini diharapkan dapat memperlancar proses transisi dari status tanggap darurat menuju pemulihan bencana secara efektif.
Turut hadir dalam rakor, Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Mahmudin, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah, serta unsur TNI-Polri, BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan jajaran Forkopimda. (Red/Rls BNPB RI)











