DEMOKRASINEWS, Tulang Bawang, 26 Oktober 2026 – Duka mendalam menyelimuti kediaman orang tua Aipda Agung Eko Prasetyo di Kampung Moris Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Senin (26/10/2026). Sehari setelah kecelakaan tragis di Tol Terpeka KM 198 yang merenggut enam nyawa, keluarga dan kerabat harus melepas kepergian sosok polisi yang dikenal berdedikasi, bertanggung jawab, dan bersahaja itu.
Kesedihan keluarga semakin terasa ketika jenazah Aipda Agung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Moris Jaya pada Senin dinihari (26/10/2026). Ia dimakamkan berdampingan dengan anak kandungnya, almarhumah Resmia Ayu Prasetya, yang turut menjadi korban dalam peristiwa nahas tersebut.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan upacara kedinasan kepolisian. Pihak keluarga, yang diwakili H. Mulyadi, menyerahkan jenazah kepada perwakilan Polres Tulang Bawang sebelum prosesi pemakaman dilaksanakan.
Di tengah suasana kehilangan, keluarga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga seluruh rangkaian pemakaman berjalan lancar.
Wahyu Rohmawan, adik kandung Aipda Agung, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia juga memohon maaf atas segala kesalahan almarhum semasa hidupnya serta meminta doa bagi anggota keluarga yang meninggal dunia dan kesembuhan bagi keponakannya yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Sebagai keluarga, kami memohon maaf apabila almarhum semasa hidupnya memiliki kesalahan. Kami juga berharap doa untuk keluarga yang telah meninggal dunia dan kesembuhan bagi keponakan kami yang masih dirawat,” demikian inti permohonan keluarga.
Pengabdian Dua Dekade di Kepolisian
Aipda Agung lahir di Moris Jaya pada 14 Oktober 1984. Ia mengawali karier di kepolisian pada 2004 dan menjalani berbagai penugasan di lingkungan Polres Tulang Bawang.
Sepanjang kariernya, ia pernah bertugas sebagai Banit Dalmas Satsabhara Polres Tulang Bawang, Bintara Polsek Rawa Jitu Selatan, Ps Kasi Humas Polsek Rawa Jitu Selatan, Ps Kanit Reskrim Polsek Gedung Aji, hingga jabatan terakhir sebagai Bintara Polsek Gedung Aji.
Atas pengabdian dan dedikasinya, almarhum menerima tanda kehormatan Satyalancana Pengabdian 8 Tahun dan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun.
Bagi rekan-rekan sejawatnya, Agung bukan sekadar anggota kepolisian yang menjalankan tugas. Ia dikenal ramah, sederhana, religius, dan bertanggung jawab dalam setiap amanah yang diberikan.
Kapolsek Gedung Aji, Ipda Muhammad Syarifudin, S.H., M.M., turut merasakan kehilangan atas kepergian anggotanya tersebut. Ia mengenang Agung sebagai sosok yang baik, disiplin dalam menjalankan tanggung jawab, serta tetap taat beribadah di sela-sela tugas kedinasan.
“Kami keluarga besar Polsek Gedung Aji dan Polres Tulang Bawang sangat merasa kehilangan sosok anggota yang sederhana dan religius, serta taat menjalankan ibadah di sela-sela tugasnya,” ungkapnya.
Kepergian Aipda Agung meninggalkan duka bagi keluarga, terutama bagi keempat anaknya, serta rekan-rekan yang pernah bertugas bersamanya.
Kini, perjalanan pengabdiannya sebagai anggota Polri telah berakhir. Kenangan tentang dedikasi, kebaikan, dan tanggung jawabnya akan tetap hidup di hati keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan menghadapi kehilangan yang begitu berat.(Red/Sendi Gunawan)














