DEMOKRASINEWS, Lampung Timur 18 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Lakpesdam dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lampung Timur memperkuat upaya perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui sosialisasi Reguler Safe Migration dan penguatan Satuan Tugas Desa Migran Emas (Satgas Demimas).
Kegiatan bertema “Bersama Mewujudkan Migrasi Aman, Terlindungi dan Berkelanjutan” itu digelar di Aula Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung, Desa Tegalyoso, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU Lampung Timur KH Dardiri Ahmad, Rektor UNU Lampung Dr. HM Miftahudin, S.Ag., M.Sy., Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Lampung Timur Melya Dewi, S.P., perwakilan Lakpesdam, Fatayat NU, GP Ansor, BP3MI Lampung, pengurus Demimas dari sembilan desa, serta tim pendamping.

Mewakili Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Melya Dewi menegaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik dan persoalan yang berbeda. Karena itu, strategi perlindungan PMI harus disusun berdasarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.
Menurut dia, edukasi migrasi aman tidak cukup hanya diberikan kepada calon PMI. Keluarga juga harus dilibatkan karena menjadi lingkungan terdekat dalam pengambilan keputusan.
“Budaya cek dan cek kembali harus dibangun sebelum seseorang memutuskan bekerja di luar negeri. Pastikan informasi pekerjaannya jelas, prosesnya resmi, dokumennya lengkap, dan ada lembaga yang dapat dihubungi apabila terjadi persoalan,” ujarnya.
Pemkab Lampung Timur berharap PMI asal daerah itu berangkat melalui jalur resmi, bekerja secara aman, memperoleh hak-haknya, dan kembali dengan pengalaman serta keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Lebih jauh, PMI yang telah kembali diharapkan mampu mengembangkan pengalaman, keterampilan, dan hasil kerja di luar negeri menjadi modal usaha produktif di daerah asal.
Melya juga meminta anggota Satgas Demimas di sembilan desa binaan Lakpesdam dan PCNU Lampung Timur menjaga kekompakan serta komitmen dalam menjalankan tugas. Satgas diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencegah penipuan, perdagangan orang, dan berbagai bentuk eksploitasi terhadap calon pekerja migran.

Ketua PCNU Lampung Timur KH Dardiri Ahmad, yang akrab disapa Gus Dar, mengapresiasi Pemkab Lampung Timur yang secara rutin memperkuat perlindungan PMI. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, Lakpesdam, NU, masyarakat, dan berbagai pihak penting untuk memperluas pemahaman mengenai migrasi aman.
“Dalam pembinaan Lakpesdam PCNU Lampung Timur, saat ini terdapat sembilan desa yang masuk dalam program Desa Migran Emas (Demimas),” kata Gus Dar.
Sementara itu, BP3MI Lampung menekankan bahwa bekerja ke luar negeri memang dapat menjadi salah satu peluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memiliki risiko apabila dilakukan tanpa informasi dan prosedur yang benar.
Karena itu, masyarakat perlu mengetahui dengan jelas siapa pemberi kerja, bagaimana proses penempatan, hak dan kewajiban pekerja, hingga mekanisme perlindungan jika menghadapi masalah.
Dalam konteks tersebut, Satgas Demimas diharapkan tidak sekadar menjadi wadah sosialisasi, tetapi juga menjadi penghubung informasi dan layanan bagi masyarakat desa. Edukasi mengenai peluang kerja, prosedur pendaftaran, dokumen, serta perlindungan PMI perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Penguatan Satgas Demimas menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran bahwa bekerja ke luar negeri harus dilakukan secara aman, legal, dan bermartabat. Dengan kolaborasi pemerintah, organisasi masyarakat, desa, keluarga, dan komunitas, peluang migrasi kerja diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus meminimalkan risiko bagi masyarakat Lampung Timur.( Red/Supriyono)











