DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung,21 Juni 2026 – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa Pelatih Pembina Pramuka harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Di era digital saat ini, pelatih tidak cukup hanya menguasai metode pelatihan konvensional, tetapi juga dituntut menjadi agen perubahan yang adaptif, kreatif, dan melek teknologi.
Hal tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Ketua Harian Kwarda Lampung, Riski Sofyan, saat membuka Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) di Aula Pusdiklatda Lampung, Kompleks Kwarda Lampung, Minggu (21/6/2026).
Menurut Jihan, Gerakan Pramuka saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan sosial, perkembangan teknologi digital, hingga derasnya arus informasi yang memengaruhi pola pikir dan karakter generasi muda. Dalam kondisi tersebut, peran Pelatih Pembina menjadi sangat strategis untuk memastikan kualitas pendidikan kepramukaan tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Pelatih Pembina harus mampu menjadi motor penggerak perubahan. Selain menguasai metode pelatihan, mereka juga harus dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan karakter generasi digital,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menekankan bahwa seorang Pelatih pada hakikatnya tetap merupakan Pembina Pramuka yang aktif mendidik peserta didik di gugus depan. Pengalaman membina secara langsung dinilai menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pelatihan yang diberikan kepada para pembina di berbagai tingkatan.
Karena itu, peserta KPD diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis kepelatihan, tetapi juga memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, serta membangun jejaring persaudaraan yang kuat antarpelatih dari berbagai daerah.
Lebih lanjut, Jihan menyoroti pentingnya transformasi metode pelatihan di era digital. Menurutnya, pelatih harus mampu mengembangkan model pembelajaran yang inovatif, membangun komunikasi yang efektif, serta menanamkan nilai-nilai karakter, kepemimpinan, dan kebangsaan kepada para pembina maupun peserta didik.
“Kursus ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik dari berbagai daerah sehingga mampu memperkaya wawasan peserta sekaligus memperkuat jaringan Pelatih Pembina Pramuka di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Penyelenggara KPD, Silan KD, melaporkan bahwa kegiatan KPD diikuti 50 peserta. Sebanyak 13 peserta berasal dari luar Provinsi Lampung, sedangkan 37 peserta lainnya merupakan utusan Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Lampung.
Kursus yang berlangsung pada 21–27 Juni 2026 tersebut dipusatkan di Pusdiklatda Lampung dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia kepramukaan agar mampu menjawab tantangan pendidikan karakter di era digital.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut antara lain Wakil Ketua Bidang Binawasa Kwarda Lampung Hi. Abdullah RM, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Wan Abbas Zakaria, Sekretaris Kwarda Lampung Mubasit, Wakil Sekretaris II Feri Darmawan, Wakabid Menspri dan Bela Negara Muslih, Kepala Pusdiklatda Sutanto, Kapuslitbangda Joni Widodo, serta sejumlah Andalan Daerah dan pengurus Pusdiklatda Lampung.( Red/Ato )











