• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Desa

“Proyek Tebu Rp20 Miliar di Lampung Utara: Ribuan Petani Terlibat, Transparansi Dipertanyakan”

DemokrasiNews
04/05/2026
in Desa, Business, Edukasi, Ekonomi, Investing
“Proyek Tebu Rp20 Miliar di Lampung Utara: Ribuan Petani Terlibat, Transparansi Dipertanyakan”

DEMOKRASINEWS, Lampung Utara, 4 Mei 2026 – Ambisi pemerintah mendorong swasembada gula nasional mulai dijalankan melalui program perluasan lahan tebu di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Lampung Utara. Namun di balik skala proyek yang besar, muncul pertanyaan serius terkait transparansi dan pengawasan pelaksanaannya.

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini mencakup perluasan lahan seluas 5.808,44 hektare dan mulai digulirkan sejak 2025. Sebanyak tujuh kecamatan menjadi sasaran utama, yakni Sungkai Utara, Bunga Mayang, Muara Sungkai, Abung Timur, Sungkai Selatan, Kotabumi Utara, dan Sungkai Jaya.

Sebanyak 1.743 petani yang tergabung dalam 79 kelompok tani dilibatkan dalam program tersebut. Masing-masing petani mendapat alokasi pengelolaan lahan hingga lima hektare, sekaligus bantuan biaya pengolahan dan penanaman sebesar Rp3,6 juta per hektare.

“Proyek Tebu Rp20 Miliar di Lampung Utara: Ribuan Petani Terlibat, Transparansi Dipertanyakan” “Proyek Tebu Rp20 Miliar di Lampung Utara: Ribuan Petani Terlibat, Transparansi Dipertanyakan” “Proyek Tebu Rp20 Miliar di Lampung Utara: Ribuan Petani Terlibat, Transparansi Dipertanyakan”

Jika dihitung dari total luas lahan, nilai bantuan tanam saja diperkirakan melampaui Rp20 miliar. Namun, besaran total anggaran program secara keseluruhan justru tidak diketahui oleh pemerintah daerah setempat.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Utara, M. Rezki, mengakui keterbatasan peran dinas dalam program ini.

“Dinas hanya sebatas administrasi. Untuk teknis pelaksanaan kami tidak tahu,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

“Proyek Tebu Rp20 Miliar di Lampung Utara: Ribuan Petani Terlibat, Transparansi Dipertanyakan” “Proyek Tebu Rp20 Miliar di Lampung Utara: Ribuan Petani Terlibat, Transparansi Dipertanyakan” “Proyek Tebu Rp20 Miliar di Lampung Utara: Ribuan Petani Terlibat, Transparansi Dipertanyakan”

Pernyataan tersebut mengungkap fakta bahwa seluruh aspek teknis, termasuk penunjukan vendor, sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah pusat. Bahkan, pihak dinas mengaku tidak mengetahui identitas perusahaan yang memasok bibit maupun menjalankan kegiatan di lapangan.

“Saya tidak tahu siapa vendornya. Kami tidak pernah berurusan dengan vendor, dan vendor juga tidak pernah datang ke dinas,” kata Rezki.

Di lapangan, para petani juga menerima bantuan bibit tebu sebanyak 6.000 mata tunas per hektare yang disalurkan melalui vendor yang ditunjuk pusat. Bibit tersebut diwajibkan memiliki label dari lembaga penguji mutu benih sebagai jaminan kualitas.

Meski demikian, minimnya informasi terkait pihak pelaksana memunculkan kekhawatiran. Di satu sisi, Lampung Utara menjadi lokasi proyek strategis nasional, namun di sisi lain pemerintah daerah tidak memiliki akses penuh terhadap informasi pelaksanaan.

Dari sisi distribusi, Kecamatan Bunga Mayang menjadi wilayah dengan kelompok tani terbanyak, yakni 40 kelompok. Disusul Muara Sungkai dengan 15 kelompok, serta Sungkai Utara dan Kotabumi Utara masing-masing sembilan kelompok. Sementara Abung Timur memiliki empat kelompok, dan Sungkai Selatan serta Sungkai Jaya masing-masing tiga kelompok.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah menegaskan bahwa petani tetap memiliki hak untuk menolak bibit yang tidak memenuhi standar.

“Bibit harus diperiksa oleh balai penjamin mutu benih. Jika tidak sesuai, petani berhak menolak,” ujar Rezki.

Program swasembada gula memang menuntut langkah cepat dan skala besar. Namun tanpa transparansi anggaran, kejelasan pelaksana, serta pengawasan yang memadai, risiko penyimpangan menjadi tidak terhindarkan—mulai dari kualitas bibit yang tidak optimal hingga potensi pemborosan anggaran.

Bagi para petani, program ini bukan sekadar angka luasan tanam, melainkan harapan untuk meningkatkan kesejahteraan. Jika tata kelola tidak diperkuat, ambisi menjadikan Lampung Utara sebagai lumbung tebu justru berisiko menyisakan persoalan baru tanpa hasil nyata.( Red/ JM )


Berita Terkini

Polres Tulang Bawang Limpahkan 105 Karton Rokok Diduga Ilegal ke Bea Cukai Bandar Lampung
Hukum & Kriminal

Polres Tulang Bawang Limpahkan 105 Karton Rokok Diduga Ilegal ke Bea Cukai Bandar Lampung

DemokrasiNews
05/10/2026
Kegelisahan Seorang Wartawan: Menjadi Lebah, Bukan Lalat
Opini

Kegelisahan Seorang Wartawan: Menjadi Lebah, Bukan Lalat

DemokrasiNews
03/10/2026
Kwarda Lampung Perkuat Wawasan Kebangsaan Pramuka Perguruan Tinggi, Gandeng Kodam dan BNN
Pendidikan

Kwarda Lampung Perkuat Wawasan Kebangsaan Pramuka Perguruan Tinggi, Gandeng Kodam dan BNN

DemokrasiNews
30/09/2026
Denny Ramadhan Hidupkan Transfer Knowledge, Jadikan Pengalaman Purnakarya Bekal Generasi Penerus
Edukasi

Denny Ramadhan Hidupkan Transfer Knowledge, Jadikan Pengalaman Purnakarya Bekal Generasi Penerus

DemokrasiNews
30/09/2026
Pemkab Lampung Timur Perkuat Perhutanan Sosial melalui Masterplan IAD
Edukasi

Pemkab Lampung Timur Perkuat Perhutanan Sosial melalui Masterplan IAD

DemokrasiNews
29/09/2026
Gubernur Mirza Tinjau Jalan Negara Ratu–Ketapang, Pemprov Lampung Siapkan Rp6,8 Miliar
Tokoh

Gubernur Mirza Tinjau Jalan Negara Ratu–Ketapang, Pemprov Lampung Siapkan Rp6,8 Miliar

DemokrasiNews
29/09/2026

Related News

Dawam Raharjo Lantik GenRe Lampung Timur Periode 2022-2024

Dawam Raharjo Lantik GenRe Lampung Timur Periode 2022-2024

30/06/2022
Presiden Prabowo Resmi Melantik Keanggotaan Dewan Energi Nasional

Presiden Prabowo Resmi Melantik Keanggotaan Dewan Energi Nasional

28/01/2026
Presiden : Terima Kasih Petani dan Pak Menteri, Pertanian Terus Berproduksi

Presiden : Terima Kasih Petani dan Pak Menteri, Pertanian Terus Berproduksi

08/07/2022

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda
  • Beranda
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2026 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/