Perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Lampung Timur, Rabu (15/4/2026), tidak hanya menjadi ajang seremoni. Lebih dari itu, momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang sekaligus penguat komitmen bersama dalam membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Sejak pagi hari, suasana di pusat pemerintahan Sukadana tampak semarak. Ribuan warga mengikuti kegiatan jalan sehat yang dipadukan dengan berbagai lomba serta pembagian doorprize. Tawa, kebersamaan, dan antusiasme masyarakat menjadi warna utama dalam pembukaan rangkaian perayaan hari jadi ke-27 tersebut.
Tak hanya terpusat di Sukadana, kemeriahan juga terasa di berbagai kecamatan. Di Bandar Sribhawono, misalnya, kegiatan difokuskan pada pengembangan UMKM dan hiburan rakyat yang akan berlangsung hingga 25 April. Beragam produk lokal ditampilkan, mulai dari kuliner hingga kerajinan, mencerminkan potensi ekonomi masyarakat setempat.
Perayaan ini menjadi lebih bermakna karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menampilkan kekuatan budaya, pariwisata, serta pelayanan publik. Pemerintah daerah memanfaatkan momentum ini untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Dengan mengusung semangat “Sakai Sambayan” atau gotong royong, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari pelaku usaha, sektor swasta, hingga berbagai pemangku kepentingan—untuk bersama-sama membangun Lampung Timur ke arah yang lebih baik.
Memasuki usia ke-27 tahun, Lampung Timur berada pada fase kedewasaan. Sejak berdiri sebagai daerah otonom yang terpisah dari Kabupaten Lampung Tengah pada 27 April 1999, daerah ini terus berkembang dengan berbagai tantangan dan peluang.
Dengan wilayah yang terdiri dari 24 kecamatan dan 264 desa, Lampung Timur memiliki potensi besar di berbagai sektor. Pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Di sisi lain, sektor pariwisata juga terus menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
Keberadaan Taman Nasional Way Kambas menjadi ikon kebanggaan yang telah dikenal hingga tingkat nasional dan internasional. Didukung garis pantai yang panjang serta kekayaan budaya dan sejarah, Lampung Timur memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor wisata secara berkelanjutan.
Di bidang pendidikan, tantangan masih terasa. Banyak generasi muda yang harus melanjutkan pendidikan tinggi ke luar daerah. Hal ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah untuk mendorong hadirnya perguruan tinggi unggulan di Lampung Timur, agar akses pendidikan semakin merata.
Perayaan hari jadi ke-27 ini bukan sekadar peringatan usia, melainkan titik refleksi dan arah baru pembangunan. Dengan semangat kebersamaan dan potensi yang dimiliki, Lampung Timur diharapkan mampu melangkah lebih jauh menuju kemajuan yang berkelanjutan serta kesejahteraan masyarakatnya.( Redaksi Supriyono )











