DEMOKRASINEWS, Natar, Lampung Selatan — Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti kediaman Misnar, Ketua P3RI Ranting Pewa PTPN I Regional 7. Tawa dan sapa para pensiunan berpadu dalam momen Halal Bihalal (HBH) yang tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk penguatan organisasi dan kepastian hak para anggotanya.
Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan para pensiunan dalam nuansa kekeluargaan, tetapi juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus P3RI Ranting Pewa oleh Pengurus Cabang P3RI PTPN I dan PTPN IV Regional 7, serta pelaksanaan autentikasi data pensiunan oleh DAPENBUN Bandar Lampung.
Ketua P3RI Cabang, H. Hadi Asmanto, menjelaskan bahwa momentum Halal Bihalal sengaja dimanfaatkan untuk meresmikan pemisahan Ranting Pewa (Pematang Kiwah) dari Ranting Rejosari. Langkah ini diambil guna mempermudah koordinasi serta meningkatkan pelayanan kepada anggota.
“Pemisahan ini mengembalikan struktur seperti sebelumnya. Dengan unit kerja yang kembali terpisah, koordinasi akan lebih efektif dan kebutuhan anggota bisa lebih cepat ditangani,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor DAPENBUN Pelayanan Lampung, Mari Kurniawati, menekankan pentingnya autentikasi data sebagai upaya pembaruan informasi pensiunan. Proses ini memastikan status penerima manfaat tetap valid, baik dari segi keberadaan maupun kondisi keluarga.
“Autentikasi dilakukan dua kali dalam setahun. Pendataan dan pengambilan foto pada April hingga Juni untuk pembayaran Juli–Desember, serta Oktober hingga Desember untuk pembayaran Januari–Juni,” jelasnya.
Bagi para pensiunan, proses ini bukan sekadar administrasi, melainkan jaminan keberlanjutan hak yang sangat berarti dalam menopang kehidupan sehari-hari.
Misnar, yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua P3RI Ranting Pewa, mengingatkan anggotanya untuk disiplin mengikuti autentikasi. Ia menegaskan bahwa kelalaian dalam proses ini dapat berdampak pada tertundanya pembayaran pensiun.
“Kalau tidak melakukan autentikasi, gaji bisa tertunda. Ini tentu merepotkan dan bisa mengganggu kondisi ekonomi anggota,” ujarnya dengan nada penuh kepedulian.
Meski autentikasi sebenarnya dapat dilakukan secara daring, keterbatasan kemampuan teknologi di kalangan pensiunan menjadi tantangan tersendiri. Menyikapi hal tersebut, pengurus ranting menjalin kerja sama dengan DAPENBUN untuk memfasilitasi proses secara langsung.
Di tengah keterbatasan, semangat kebersamaan justru semakin terasa. Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang saling menguatkan—bahwa di masa purnabakti, para pensiunan tetap memiliki tempat, perhatian, dan kepastian.
Acara pun berlangsung lancar dan penuh makna. Dari Natar, tersirat pesan sederhana namun kuat: kebersamaan dan kepedulian adalah kunci menjaga martabat dan kesejahteraan di masa pensiun.(Red/Ato)











