• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Rabu, Agustus 19, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Wacana Pengalihan Fungsi Zona Inti TNWK ke Zona Pemanfaatan Mencuat, Namun Hilang Dalam Tuntutan Penolakan

DemokrasiNews
13/01/2026
in Peristiwa, Desa, Nasional
Wacana Pengalihan Fungsi Zona Inti TNWK ke Zona Pemanfaatan Mencuat, Namun Hilang Dalam Tuntutan Penolakan

DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan massa di Kantor Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Selasa (13/01/2026), terkait penanganan konflik gajah liar yang kerap memasuki permukiman warga dan lahan pertanian, berakhir dengan tiga poin kesepakatan.

Konflik gajah liar tersebut selama ini menimbulkan kerugian material hingga korban jiwa di wilayah desa penyangga TNWK. Dalam mediasi antara perwakilan massa dan pihak TNWK, disepakati tiga komitmen utama sebagai berikut:

Wacana Pengalihan Fungsi Zona Inti TNWK ke Zona Pemanfaatan Mencuat, Namun Hilang Dalam Tuntutan Penolakan
  1. Mulai Selasa malam (13/01/2026), gajah yang berada di kawasan TNWK tidak lagi memasuki permukiman warga maupun lahan pertanian desa penyangga. Seluruh tanggung jawab penanganan konflik menjadi kewenangan pihak TNWK.
  2. TNWK menyatakan kesediaannya untuk mengganti kerugian material maupun immaterial apabila terjadi kerusakan tanaman atau harta benda masyarakat akibat gajah liar yang masuk ke permukiman atau lahan pertanian.
  3. TNWK bertanggung jawab memberikan kompensasi apabila konflik gajah liar mengakibatkan korban manusia, baik luka-luka, cacat tetap, hingga meninggal dunia, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian.
Wacana Pengalihan Fungsi Zona Inti TNWK ke Zona Pemanfaatan Mencuat, Namun Hilang Dalam Tuntutan Penolakan

Namun demikian, dalam aksi unjuk rasa tersebut terdapat satu tuntutan yang sempat menjadi perhatian, yakni penolakan terhadap wacana pengalihan fungsi zona inti menjadi zona pemanfaatan. Poin tersebut justru tidak masuk dalam pembahasan saat proses mediasi.

Wacana Pengalihan Fungsi Zona Inti TNWK ke Zona Pemanfaatan Mencuat, Namun Hilang Dalam Tuntutan Penolakan Wacana Pengalihan Fungsi Zona Inti TNWK ke Zona Pemanfaatan Mencuat, Namun Hilang Dalam Tuntutan Penolakan Wacana Pengalihan Fungsi Zona Inti TNWK ke Zona Pemanfaatan Mencuat, Namun Hilang Dalam Tuntutan Penolakan

Koordinator aksi, Budi Setiawan dan Achmad Choirudin, menegaskan bahwa tuntutan penolakan pengalihan fungsi zona inti bukanlah fokus utama masyarakat desa penyangga.

Wacana Pengalihan Fungsi Zona Inti TNWK ke Zona Pemanfaatan Mencuat, Namun Hilang Dalam Tuntutan Penolakan Wacana Pengalihan Fungsi Zona Inti TNWK ke Zona Pemanfaatan Mencuat, Namun Hilang Dalam Tuntutan Penolakan Wacana Pengalihan Fungsi Zona Inti TNWK ke Zona Pemanfaatan Mencuat, Namun Hilang Dalam Tuntutan Penolakan

Budi Setiawan menyampaikan, masyarakat dari 23 desa penyangga TNWK hanya menuntut tanggung jawab nyata dari pihak TNWK maupun Kementerian Kehutanan Republik Indonesia atas konflik gajah liar yang masuk ke permukiman dan area pertanian warga.

“Intinya bagaimana TNWK memiliki komitmen, tanggung jawab, serta solusi nyata terhadap konflik gajah liar yang selama ini terjadi. Bertahun-tahun masyarakat desa penyangga TNWK harus berjibaku dengan konflik ini hingga menimbulkan korban,” tegas Budi.

Hal senada disampaikan Achmad Choirudin, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak memahami secara mendalam terkait wacana pengalihan fungsi zona inti menjadi zona pemanfaatan karena hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat dan pengelola TNWK.

“Kami ini warga biasa, tukang ngarit dan petani. Yang kami pahami adalah bagaimana ada solusi nyata agar masyarakat merasa aman dan tidak lagi terganggu oleh gajah liar yang masuk ke permukiman dan lahan pertanian,” ujar Choirudin.

Menurutnya, aksi unjuk rasa tersebut murni merupakan suara rakyat yang terdampak langsung konflik gajah liar, bukan bagian dari isu penolakan pengalihan fungsi kawasan. Oleh karena itu, dalam mediasi, poin tersebut tidak dibahas.

“Pada dasarnya masyarakat hanya menuntut TNWK bertanggung jawab dan memberikan kepastian, termasuk ganti rugi, apabila konflik gajah liar kembali terjadi dan merusak tanaman maupun harta benda warga,” pungkasnya.
(Red/Prie)


Berita Terkini

Pelajar Jadi Korban Begal Bersenjata Api, Ditembak di Perut lalu Motor Dibawa Kabur
Peristiwa

Pelajar Jadi Korban Begal Bersenjata Api, Ditembak di Perut lalu Motor Dibawa Kabur

DemokrasiNews
19/08/2026
Purna PMI Lampung Timur Didorong Naik Kelas, Pengalaman Kerja di Luar Negeri Jadi Modal Bangun Usaha
Advertorial

Purna PMI Lampung Timur Didorong Naik Kelas, Pengalaman Kerja di Luar Negeri Jadi Modal Bangun Usaha

DemokrasiNews
19/08/2026
Misteri Pria Tewas di Jalan Soekarno Hatta Terungkap, Diduga Terlindas Truk Saat Tidur di Kolong
Peristiwa

Misteri Pria Tewas di Jalan Soekarno Hatta Terungkap, Diduga Terlindas Truk Saat Tidur di Kolong

DemokrasiNews
19/08/2026
Lampung Timur Perkuat Satgas Demimas, Dorong Migrasi Aman dan Perlindungan Pekerja Migran
Advertorial

Lampung Timur Perkuat Satgas Demimas, Dorong Migrasi Aman dan Perlindungan Pekerja Migran

DemokrasiNews
19/08/2026
Ketika Sampah Tak Lagi Jadi Masalah: Warga Sindang Sari Mengubah Limbah Menjadi Berkah
Advertorial

Ketika Sampah Tak Lagi Jadi Masalah: Warga Sindang Sari Mengubah Limbah Menjadi Berkah

DemokrasiNews
18/08/2026
HUT ke-81 RI, Bupati Lampung Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan
Advertorial

HUT ke-81 RI, Bupati Lampung Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan

DemokrasiNews
17/08/2026

Related News

PTPN I Pastikan Bisnis Karet Tetap Prospektif di Tengah Fluktuasi Harga Dunia

PTPN I Pastikan Bisnis Karet Tetap Prospektif di Tengah Fluktuasi Harga Dunia

31/07/2025
Ali Johan Arif : Jangan Cucok Cabut, Pjs Bupati Lampung Timur Harus Konsisten Dengan Surat Edaran

Ali Johan Arif : Jangan Cucok Cabut, Pjs Bupati Lampung Timur Harus Konsisten Dengan Surat Edaran

05/11/2020
Pelantikan Kepengurusan DPP HNSI Masa Bhakti 2023-2028: Kesejahteraan Nelayan Sebagai Fokus Utama

Pelantikan Kepengurusan DPP HNSI Masa Bhakti 2023-2028: Kesejahteraan Nelayan Sebagai Fokus Utama

22/12/2023

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/