DEMOKRASINEWS, Pesawaran – Seorang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tenggelam saat berenang di Bendungan Sungai Margo Dalam, Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (25/2/2025).
Kasatreskrim Polres Pesawaran, Iptu Devrat Aolia Afran, membenarkan penemuan korban yang diketahui bernama Dedi Muhammad Sanjaya, warga Way Halim, Kota Bandar Lampung.
“Benar, sudah ditemukan di muara Dusun Margot, Desa Batu Menyan, siang ini. Sudah ditemukan semua, kemarin ditemukan dua orang, hari ini satu orang,” ujar Devrat. Ia menambahkan, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan sebelum dibawa ke rumah duka.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, tiga mahasiswa Institut Maritim Prasyeta hanyut terbawa arus di bendungan tersebut pada Senin (24/2). Ketiga korban adalah Risky Kurniawan (24), Ricky Anggara (23), dan Dedi Muhammad Sanjaya (22), yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Komandan Tim Rescuer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Lampung, Febri Yanda, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat tujuh mahasiswa berenang di Sungai Way Sabu di Kecamatan Teluk Pandan pada Senin (24/2) sekitar pukul 14.00 WIB.
“Saat sedang asyik berenang, banjir bandang tiba-tiba menerjang aliran sungai. Empat orang berhasil menyelamatkan diri, sementara tiga lainnya hanyut,” ungkap Febri.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Kantor SAR Lampung, Batalyon Marinir 9 Piabung, Lanal Lampung, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL), Forkopimcam Teluk Pandan, aparat desa, dan masyarakat setempat langsung melakukan pencarian.
Dua korban, yakni Risky dan Ricky, ditemukan pada Senin di sekitar lokasi pertama kali mereka dilaporkan hanyut. Sementara itu, korban Dedi baru ditemukan dan dievakuasi pada Selasa (25/2) sekitar pukul 11.30 WIB.
“Tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada jarak 2,1 kilometer dari lokasi kejadian,” kata Febri Yanda saat dihubungi dari Bandar Lampung.
Menurutnya, pencarian korban dilakukan oleh tiga regu penyelamat. Satu regu menyisir sungai menggunakan perahu rafting Basarnas dari lokasi kejadian menuju muara sungai, sedangkan dua tim lainnya menggunakan perahu karet milik Batalyon 9 Marinir Piabung untuk menyisir area sekitar muara.
Tim SAR gabungan juga menggunakan drone thermal milik Basarnas untuk mencari secara visual dari Jembatan Sungai Way Sabu hingga sejauh lebih kurang 2 kilometer selama 35 menit. Setelah berbagai upaya tersebut, jasad korban akhirnya ditemukan dan dievakuasi ke puskesmas terdekat. (Red/Rls)











