DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, sejak Jumat (21/2) pukul 01.00 WIB mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah. Bencana ini menyebabkan dua korban jiwa serta kerusakan material pada satu unit rumah di daerah terdampak.
Peristiwa ini terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Barat, Kelurahan Gedong, serta Kecamatan Tanjung Senang, Kelurahan Pematang Wangi. Longsor mengakibatkan satu rumah tertimbun tanah, menewaskan dua penghuni, yaitu Haryadi Prabowo (36) dan Rusmiati (36). Sementara itu, satu orang lainnya yang berada di dalam rumah berhasil selamat. Termasuk satu korban yang ditemukan tewas di dalam mobil yang terseret banjir. Hingga saat ini, besarnya kerugian serta jumlah korban masih dalam proses pendataan.
Tim BPBD Kota Bandar Lampung segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban, bekerja sama dengan Polri serta warga setempat. Berkat upaya cepat dari tim gabungan, proses evakuasi dapat dilakukan dengan baik.

Hingga Sabtu (22/2), kondisi banjir di wilayah terdampak berangsur surut, dan upaya penanganan terus dilakukan oleh pihak berwenang. BPBD Kota Bandar Lampung terus melakukan asesmen guna memastikan kebutuhan warga serta langkah-langkah pemulihan pasca-bencana.
Sementara itu, BNPB mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan longsor dan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung lama. Warga diminta memastikan jalur evakuasi tersedia dan mudah diakses serta selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BNPB untuk tindakan pencegahan yang tepat. (Red/Rls BNPB RI)











