• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Senin, Agustus 17, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Edukasi

Rawon Makanan Khas Jawa Timur Selalu Dalam Ingatan

DemokrasiNews
15/04/2022
in Edukasi, Nasional, Sosial Budaya, Wisata
Rawon Makanan Khas Jawa Timur Selalu Dalam Ingatan

DEMOKRASINEWS, Surabaya Jatim – Bagi anak yang lahir dan tumbuh besar di Jawa Timur seperti saya, di ajak ke sebuah hajatan dengan bonus sepiring nasi rawon ditemani dengan segelas teh manis merupakan sebuah kenangan hangat yang tidak mungkin terlupakan sampai sekarang ini.  

Saat itu di setiap hajatan di kampung halaman saya, makanan khas Jawa Timur yakni menu rawon selalu menjadi menu utama yang disuguhkan, terlebih pada acara hajatan pernikahan. Rawon dan hajatan pernikahan adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan selalu tersedia.

Seiring dengan perubahan trend dimana dahulu hajatan pernikahan diadakan dengan istilah resepsi menjadi saat ini disebut prasmanan/ standing party, menu rawon pada pesta hajatan pernikahan pun bukan lagi menjadi menu utama yang selalu ada tetapi menjadi menu kesekian atau bahkan sama sekali ditiadakan.

Rawon Makanan Khas Jawa Timur Selalu Dalam Ingatan Rawon Makanan Khas Jawa Timur Selalu Dalam Ingatan Rawon Makanan Khas Jawa Timur Selalu Dalam Ingatan

Rawon dikenal oleh masyarakat sebagai makanan khas dari Jawa Timur. Sejarah rawon memang belum diketahui secara pasti. Studi pustaka yang membahas asal usul rawon ini salah satunya dilakukan oleh Sri Fajar Ayuningsih dari Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami pada tahun 2017 dengan judul “Pelestarian Rawon Nguling sebagai Nilai Tambah pada Pengembangan Wisata Kuliner Tradisional Indonesia” . 

Rawon Makanan Khas Jawa Timur Selalu Dalam Ingatan Rawon Makanan Khas Jawa Timur Selalu Dalam Ingatan Rawon Makanan Khas Jawa Timur Selalu Dalam Ingatan
Rawon Makanan Khas Jawa Timur Selalu Dalam Ingatan

Di dalam studi tersebut dijelaskan bahwa di beberapa kitab sastra Jawa Baru pada abad ke – 18 dapat ditemukan informasi mengenai rawon dan kluwek (pangium edule) sebagai bumbu penting dalam rawon.

Kluwek  beberapa kali disebut di dalam Serat Centhini yaitu salah satu naskah sastra Jawa yang ditulis pada tahun 1735 Jawa dengan sengkalan atau angka tahun berbunyi tata guna swareg nata (tahun 1811 Masehi). Menurut laporan penelitian Pusat Kajian Makanan Tradisional, Universitas Gadjah Mada (1977), di dalam kitab Kakawin Bhomakaya (81.37) tercatat bahasan mengenai rawon, yaitu rarawwan (sayur rawon). 

Bahasan mengenai resep rawon juga muncul dalam serat Wulangan olah-olah warna-warni, sebuah catatan atau buku masak koleksi Istana Mangkunegaran Surakarta yang dicetak pada tahun 1926 (Haryono dan Kayati, 1998). Buku masak ini terdiri dari beberapa bagian atau bab dan resep rawon masuk dalam bab olah-olahan cara Jawi (olahan atau masakan cara Jawa), nomor 173. 

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya adalah sebagai berikut rawon terdiri dari rajangan atau irisan tipis bawang merah 10, rajangan atau irisan tipis bawang putih 1, ketumbar 1 sendok kecil, rajangan atau irisan kunyit 6, trasi 1 sendok kecil, lengkuas 2 iris, ditumbuk hingga lembut lalu digoreng dengan minyak kelapa. Setelah memotong-motong daging, lalu direbus. 

Jika sudah keluar kaldunya, rebusan daging tadi ditambah bumbu yang sudah digoreng serta 1 mata asam jawa yang dibakar. Irisan cabai merah 6, kluwek 2, kemiri 1, daun jeruk purut 3 lembar, daun salam 2 lembar, serai secukupnya, lalu dimasak bersama rebusan daging hingga matang.

Rawon sebenarnya adalah sejenis sup dengan kuah berwarna hitam. Hal yang membedakannya dengan sup lainnya dan menjadi ciri khas rawon adalah menggunakan daging sapi dan tidak pernah menggantinya dengan daging ayam atau lainnya dan menggunakan kluwek untuk menjadikan kuahnya berwarna hitam.  

Pada tahun 2018, H. Rofiq selaku pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Probolinggo menyampaikan resep rahasia yang diwarisinya secara turun temurun. Dan itulah yang antara lain menjadi pertimbangan Tim Penilai sehingga menetapkan Rawon Nguling sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional pada Tahun 2018.

Kluwek adalah buah yang berasal dari pohon kepayang. Kluwek merupakan tumbuhan asli Indonesia dan Malaysia. Kluwek yang memiliki nama latin Pangium edule juga memiliki berbagai sebutan seperti, pucung, football fruit, sis nut, pangi, pakem, sis, riamel, dan kepayang. 

Kluwek atau yang lebih populer disebut pucung adalah bumbu untuk membuat aroma dan rasa makanan menjadi lebih sedap. Pucung juga menghasilkan warna hitam yang kemudian dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami dalam menu masakan rawon. Bukan hanya membuat makanan menjadi lebih enak, biji kluwek juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan diantaranya; kluwek mengandung vitamin C yang setara dengan 65,33% dari kebutuhan harian tubuh anda. 

Kandungan ini juga dapat membantu untuk mengatasi gejala asam urat, mengandung magnesium yang kemudian dikaitkan sebagai agen untuk mencegah penyakit kardiovaskular dan mengurangi risiko penyakit stroke, Kluwek juga mengandung serat yang berperan untuk melancarkan sistem pencernaan, menormalkan pergerakan usus, serta mengurangi risiko sembelit. (Dilansir dari Web. Pamong Budaya Disbudpar Prov. Jawa Timur)

Referensi : Sri Fajar Ayuningsih, Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami, 2017: “Pelestarian Rawon Nguling sebagai Nilai Tambah pada Pengembangan Wisata Kuliner Tradisional Indonesia“.

Tim DemokrasiNews


Berita Terkini

Dari Pengabdian ke Kebersamaan, P3RI PTPN I dan PTPN IV Semarakkan HUT RI ke-81
Advertorial

Dari Pengabdian ke Kebersamaan, P3RI PTPN I dan PTPN IV Semarakkan HUT RI ke-81

DemokrasiNews
16/08/2026
Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Tewas dan Lebih dari 5.000 Warga Mengungsi
Peristiwa

Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Tewas dan Lebih dari 5.000 Warga Mengungsi

DemokrasiNews
16/08/2026
BPKAD Lampung Utara Perkuat Digitalisasi Pengadaan, 95,8 Persen Paket Penyedia Gunakan E-Purchasing
Advertorial

BPKAD Lampung Utara Perkuat Digitalisasi Pengadaan, 95,8 Persen Paket Penyedia Gunakan E-Purchasing

DemokrasiNews
15/08/2026
Menjemput Harapan: Rumah Layak dan Dukungan Modal Disiapkan Pemkab Lampung Utara
Advertorial

Menjemput Harapan: Rumah Layak dan Dukungan Modal Disiapkan Pemkab Lampung Utara

DemokrasiNews
15/08/2026
Merah Putih Menyapa di Jalanan, 81 Mobil Maxim Tebar Kebahagiaan pada HUT ke-81 RI
Advertorial

Merah Putih Menyapa di Jalanan, 81 Mobil Maxim Tebar Kebahagiaan pada HUT ke-81 RI

DemokrasiNews
14/08/2026
Jembatan Garuda di Way Bungur: Ketika Infrastruktur Menjadi Jalan Menuju Harapan
Advertorial

Jembatan Garuda di Way Bungur: Ketika Infrastruktur Menjadi Jalan Menuju Harapan

DemokrasiNews
14/08/2026

Related News

Tiba di Grasberg, Presiden Melihat Sejarah Pertambangan PT Freeport Indonesia

Tiba di Grasberg, Presiden Melihat Sejarah Pertambangan PT Freeport Indonesia

01/09/2022
Bidik Gen Z, Universitas Moestopo Luncurkan FIKOM DIGI 5.0

Bidik Gen Z, Universitas Moestopo Luncurkan FIKOM DIGI 5.0

05/07/2024
Wapres: Perlu Kolaborasi dalam Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

Wapres: Perlu Kolaborasi dalam Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

14/02/2021

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/