• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Tokoh

Ganjar Ketemu Mbah Sumo, Transmigran Zaman Kolonial di Lampung yang Hafal Lagu Jepang

DemokrasiNews
24/01/2022
in Tokoh
Ganjar Ketemu Mbah Sumo, Transmigran Zaman Kolonial di Lampung yang Hafal Lagu Jepang

DEMOKRASINEWS, Pesawaran Lampung – Suasana ger-geran terjadi saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi Desa Sumbersari Bantul, Metro, Sabtu kemarin (22/01/22). Ganjar tak berhenti terpingkal saat berdialog dengan Mbah Sumo (97tahun), warga setempat yang merupakan generasi pertama transmigrasi zaman penjajahan kolonial Belanda di Lampung.

Meski sudah sepuh, namun Mbah Sumo masih sehat dan bisa diajak ngobrol dengan gayeng. Selain Mbah Sumo, ada lagi Mbah Sukinem yang berusia 92 tahun. Sama dengan Mbah Sumo, Mbah Sukinem juga transmigran pertama ke Lampung. Ingatan keduanya masih tajam, bagaimana suka duka menjadi transmigran saat penjajahan Belanda.

“Kulo mlebet Lampung kalih bapak (saya masuk Lampung sama bapak). Umur tasih 13 tahun. Wah mriki niki tasih alas gung lewang lewung (di sini masih hutan belantara),” cerita Mbah Sumo pada Ganjar.

Ganjar Ketemu Mbah Sumo, Transmigran Zaman Kolonial di Lampung yang Hafal Lagu Jepang Ganjar Ketemu Mbah Sumo, Transmigran Zaman Kolonial di Lampung yang Hafal Lagu Jepang Ganjar Ketemu Mbah Sumo, Transmigran Zaman Kolonial di Lampung yang Hafal Lagu Jepang

Mbah Sumo masih ingat betul, dulu ikut babat alas demi membangun rumah dan bercocok tanam. Pohon-pohon besar ia tebang bersama sang ayah dengan kapak dan gergaji kayu. Bahkan, ia ingat betul bagaimana banyak binatang buas saat itu.

“Enten macan, kethek, gajah, kathah pak (ada macan, kera, gajah dan banyak lainnya),” kenang Mbah Sukinem.

Keduanya masih ingat bagaimana harus berjuang bersama bapaknya untuk memulai kehidupan baru di Lampung. Mereka merasakan betul bagaimana para tentara Belanda yang selalu menekan masyarakat. Bahkan setelah Belanda pergi, datang penjajah Jepang yang tak kalah kejam.

“Kulo menangi zaman Belanda lan Jepang, zaman Jepang riyen nek panen ditumbas paksa. Regone murah (saya merasakan zaman Belanda dan Jepang, dulu zaman Jepang kalau habis panen dibeli paksa dengan harga murah),” jelas Mbah Sumo.

Kisah-kisah haru itu masih teringat betul diantara keduanya. Bahkan, Mbah Sumo dan Mbah Sukinem masih hafal lagu kebangsaan Jepang dan lagu-lagu Jepang lainnya.

“Cobo nyanyi mbah, ayo kulo pengen mirengake (coba menyanyi mbah, saya ingin mendengar),” pinta Ganjar.

Mbah Sumo dan Mbah Sukinem kemudian bernyanyi bersama. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu berbahasa Jepang. Ganjar dan para tamu lain langsung bertepuk tangan.

Cerita-cerita lucu terus terjadi dalam obrolan itu. Bagaimana saat Ganjar penasaran tentang cerita cinta Mbah Sumo dan Mbah Sukinem saat mereka muda dulu, bagaimana cerita style masa lalu dan lainnya.

Ganjar sendiri mengatakan sangat senang bertemu dengan Mbah Sumo, Mbah Sukinem dan para transmigran lain asal Jawa yang menempati Desa Sumbersari, Bantul. Cerita mereka, perjuangan mereka lanjut Ganjar sangat menginspirasi.

“Iya hari ini saya sengaja ingin menjenguk saudara-saudara dari Jawa yang transmigrasi ke Lampung. Kemarin sudah ketemu dengan mereka yang di Pesawaran, sekarang ketemu Mbah Sumo dan saudara lainnya,” ucap Ganjar.

Dan Mbah Sumo serta Mbah Sukinem lanjut Ganjar adalah transmigran generasi pertama. Mereka datang dari Wates Jogjakarta sejak zaman kolonial Belanda.

“Mereka bisa menceritakan satu persatu, bagaimana sejarahnya, tempat ini yang masih alas gung lewang lewung dan dengan semangat mereka membuka lahan serta menempati. Akhirnya jadi seperti sekarang, daerahnya maju dan keturunannya sudah sukses semua. Kisah yang mengharukan, namun sangat menginspirasi,” terangnya.

Ganjar juga senang, karena penerimaan masyarakat Lampung pada transmigran sangat baik. Mereka bisa bersatu, berkolaborasi membangun Lampung menjadi maju.( MI-Hms Pemprop Jateng) 

Tim DemokrasiNews


Berita Terkini

Dari Jembatan Kali Pasir, Wapres Gibran Dorong Percepatan Pembangunan Lampung Timur
Advertorial

Dari Jembatan Kali Pasir, Wapres Gibran Dorong Percepatan Pembangunan Lampung Timur

DemokrasiNews
15/07/2026
Kepercayaan Publik Tidak Dibangun oleh Narasi, Melainkan oleh Integritas Kebijakan
Opini

Kepercayaan Publik Tidak Dibangun oleh Narasi, Melainkan oleh Integritas Kebijakan

DemokrasiNews
15/07/2026
Perempuan Lampung Bersinar di Panggung Sastra Nasional, Warnai Peluncuran Buku Puisi 68 Karya Isbedy Stiawan ZS
Pendidikan

Perempuan Lampung Bersinar di Panggung Sastra Nasional, Warnai Peluncuran Buku Puisi 68 Karya Isbedy Stiawan ZS

DemokrasiNews
14/07/2026
Semangat Baru di Awal Pekan: Saat Rakyat Menunggu Bukti, Bukan Sekadar Janji
Opini

Semangat Baru di Awal Pekan: Saat Rakyat Menunggu Bukti, Bukan Sekadar Janji

DemokrasiNews
13/07/2026
Pangdam XXI/Radin Inten Resmi Dikukuhkan Jadi Keluarga Besar Adat Lampung, Prosesi Turun Mandei Warnai Begawi Festival 2026
Sosial Budaya

Pangdam XXI/Radin Inten Resmi Dikukuhkan Jadi Keluarga Besar Adat Lampung, Prosesi Turun Mandei Warnai Begawi Festival 2026

DemokrasiNews
12/07/2026
Angkon Muakhi Satukan Keberagaman, Pangdam XXI/Radin Inten Kristomei Sianturi Resmi Menjadi Saudara Adat Lampung
Sosial Budaya

Angkon Muakhi Satukan Keberagaman, Pangdam XXI/Radin Inten Kristomei Sianturi Resmi Menjadi Saudara Adat Lampung

DemokrasiNews
09/07/2026

Related News

Mingrum Gumay Memberikan Pembekalan Kepada Pasis Dikreg XLVII Sesko TNI TA 2020

Mingrum Gumay Memberikan Pembekalan Kepada Pasis Dikreg XLVII Sesko TNI TA 2020

24/09/2020
Perkuat Konsolidasi, IWO Lampung Timur Serahkan KTA Money: Bukan Sekadar Kartu, tapi Simbol Kebanggaan dan Komitmen

Perkuat Konsolidasi, IWO Lampung Timur Serahkan KTA Money: Bukan Sekadar Kartu, tapi Simbol Kebanggaan dan Komitmen

15/07/2025
Semester I, Dewas KPK Tindak Lanjuti 14 Kasus Dugaan Pelanggaran Etik

Semester I, Dewas KPK Tindak Lanjuti 14 Kasus Dugaan Pelanggaran Etik

08/08/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/