DEMOKRASINEWS, Kendari Sulsel– Masa pandemi saat ini, bahan pangan yang mengandung protein hewani sangatlah baik dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh.
Daging kerbau merupakan salah satu protein hewani yang gemar dikonsumsi masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Selain sebagai bahan pangan pokok rumah tangga, daging kerbau juga banyak dijual di restoran dengan beragam bentuk olahan makanan.
Dalam memenuhi permintaan daging kerbau di Sulawesi Utara. Badan Urusan Logistik (Bulog) yang merupakan perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan mendatangkan daging kerbau asal Surabaya untuk memenuhi stok permintaan akan daging di Sulawesi Utara.

Sebanyak 6,5 ton daging kerbau asal Surabaya dilakukan pemeriksaan oleh Pejabat Karantina Pertanian Kendari sebelum dipasarkan kepada masyarakat. Pemeriksaan dokumen, fisik, dan pengambilan sampel pun dilakukan.
“Dokumen persyaratan lengkap, jenis media pembawa dan jumlah sudah sesuai dengan fisik. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kemasan yang rusak atau daging yang mengalami pembusukan.
Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium berupa uji TPC (Total Plate Count). Pengujian ini bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya cemaran mikroba pada daging,” terang drh. Julian Satria, Pejabat Karantina Pertanian Kendari.
“Hasil uji laboratorium menyatakan bebas dari hama penyakit hewan karantina, maka daging kerbau tersebut aman dan layak untuk dipasarkan di wilayah Sulawesi Utara,” jelas drh. Julian Satria.( Hms Karantina Pertanian Kendari )
Tim DemokrasiNews











