DEMOKRASINEWS, Palangka Raya – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang selalu diperingati setiap tanggal 2 Mei merupakan bentuk apresiasi terhadap jasa para pahlawan yang bergerak dalam bidang pendidikan.
Terlebih, kondisi pendidikan di tanah air yang tak kunjung membaik sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020 lalu, semakin mewarnai suramnya perayaan Hardiknas kali ini
Candra Wardana, Ketua Umum Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan jika momentum Hardiknas kali ini dapat menjadi sebuah refleksi bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menangani kualitas pendidikan yang semakin terpuruk.
“Kesejahteraan tenaga pendidik yang sering luput dari perhatian pemerintah pusat maupun daerah, masih menjadi batu sandungan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.
Dia menambahkan jika kesejahteraan tenaga pendidik merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Terutama bagi guru honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun namun tidak mendapatkan perhatian istemewa dari pemerintah daerah setempat.
“Harapannya pemerintah dapat memberikan kebijakan yang dapat membuat para guru honorer yang sudah lama mengabdi untuk dapat diangkat menjadi PNS atau tenaga kontrak dengan perjanjian kerja yang adil dan memperhatikan kesejahteraan para guru,” tutupnya.
Pewarta : Kurnia Hikmawan










