DEMOKRASINEW, Tanggamus – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tanggamus beserta para Kepala Perangkat Daerah, menerima vaksinasi Covid-19 perdana bertempat di Ruang Rapat Utam Sekdakab setempat, Selasa (9/03/2021).
Kini santer terdengar rumor Sekertaris daerah (Sekda) kabupaten Tanggamus Drs Hamid H Lubis terpapar virus corona pertama setelah mendapatkan vaksin Sinovac di likungan Pemerintah kabupaten Tanggamus.
Kepada demokrasinews, dr Eka Priyanto juru bicara gugus tugas penangan Covid-19 kabupaten Tanggamus membenarkan hal tersebut. “Ia benar pak pak sekda terpapar covid-19 dengan pemeriksaan RDT- antigen reaktif” terangnya melalui chat WA pribadi (senin 26-4-2021).
Menurutnya beliau (Sekda Hamid) pada tanggal 25 April 2021 mulai mengeluhkan kesehatannya. “Beliau meminta ke Dinas kesehatan kabupaten Tanggamus untuk dilakukan pemeriksaan dan Oleh tim kesehatan kabupaten Tanggamus Dilakukan pemeriksaan RDT Antigen dengan hasil RDT antigen Reaktif.” Imbuhnya.
Karena bergejala ringan, beliau dilakukan isolasi mandiri di rumah. Dengan mengedepankan protokol kesehatan untuk menghindari penularan lebih meluas.
Sementara pantauan demokrasinews, kantor Bupati sampai berita ini diturunkan masih berkatifitas seperti biasa. Menurut Eka Bupati dan wakil Bupati tidak terpapar. “Alhamdulillah hasil tracing kontak erat dengan pemeriksaan RDT antigen hasinya non- reaktif,” pungkas Eka
Tidak di ketahui dari mana asalnya karena selama 14 hari yang lalu sekda tidak melakukan perjalanan atau kunjungan ke wilayah zona merah.
Peristiwa ini sangat menarik dengan adanya kabar tekatifnya Sekda Tanggamus di kalangan insan Pers yang sempat kesulitan mendapat informasi resmi terkait hal tersebut, sementara “keran” informasi untuk Covid-19 biasanya cepat terbuplikasi seakan tertutup agar tidak bocor.
Dapat di ketahui untuk masyarakat awam jika positif atau reaktif terpapar covid-19 Pers rilis resmi dari tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Tanggamus cepat mempublikasikan ke halayak umum. Hal terbalik ketika yang relatif terpapar covid-19 adalah seorang pejabat (sekertaris daerah) semua pihak terkesan bungkam dan tertutup.
“Tim satgas seharusnya obyektif, tidak tebang pilih untuk memberikan informasi kepada publik, jangan hanya masyarakat awam saja yang di rilis sedang untuk pejabat bungkam, karena kami masyarakat juga ingin tahu kondisi para pejabat Tanggamus yang telah 2x menerima vaksin Sinovac, dan apa tindakan pemerintah menyikapi hal tersebut,” tutur Supriyan ketua lembaga JARAK.
Pewarta : Suhaili











