DEMOKRASINEWS, Korea Selatan – Internasional Ketua Women’s Peace Group (IWPG) Hyun Sook Yoon menyatakan keprihatinan mendalam atas pelanggaran hak asasi manusia dan pertumpahan darah yang terjadi pada rakyat Myanmar.
“Militer Myanmar dan para demonstran harus menyelesaikan masalah ini tanpa kekerasan dan dengan cara yang damai. Kami akan bergabung dengan kelompok sipil perempuan di seluruh dunia untuk perdamaian di Myanmar,” ujar Ketua IPWG, 25 Maret 2021.
Pengerahan Militer Myanmar dalam menekan demonstrasi yang telah memakan banyak korban menurutnya tidak dapat di benarkan. Karena kehidupan manusia tidak boleh diabaikan untuk alasan apa pun, dan kekerasan yang mengorbankan nyawa manusia tidak dapat diterima untuk tujuan apa pun.
“Kami akan bersatu dengan kelompok sipil perempuan di seluruh dunia untuk mencapai perdamaian di Myanmar. Kami akan terus mendesak masyarakat internasional untuk secara damai menyelesaikan pertumpahan darah di Myanmar,” tandasnya
Dan melalui pernyataan tersebut, IWPG meminta masyarakat internasional dan Myanmar untuk mengakhiri penindasan bersenjata dari militer Myanmar serta menghormati hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat warganya.
Hal itu digagas IPWG agar militer Myanmar dan para pengunjuk rasa berdialog mencapai keputusan damai, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Global Alliance of National Human Rights untuk secara aktif menanggapi permasalahan tersebut.
“Selain itu, juga untuk mendesak masyarakat sipil perempuan lainnya di seluruh dunia agar mengumumkan pernyataan untuk Myanmar, serta untuk mendesak pers dan media di setiap negara untuk secara aktif meliput,” tukasnya.
LSM berstatus konsultatif khusus dengan ECOSOC PBB dan berkantor pusat di Korea Selatan ini, dalam mengembangkan aktivitas perdamaian wanita di seluruh dunia telah mengirimkan surat tulisan tangan untuk perdamaian (Handwritten Letters of Peace) ke 191 negara.
Pewarta : Juli











