DEMOKRASINEWS, Tanggamus – Infrastruktur jalan dari Kecamatan Semaka menuju Kecamatan Pematang Sawa kondisinya sangat memprihatinkan. Terlihat badan jalan kurang perawatan dan diduga karena letaknya di ujung barat kabupaten.
Berdasar informasi di lapangan, jalan itu merupakan akses transportasi satu satunya bagi warga kedua kecamatan. Segala aktivitas warga baik yang hendak ke kantor, bertani, berdagang, nelayan berwisata bertumpu pada jalan tersebut.
“Saya pernah jatuh di kubangan sewaktu saya mau ke Semaka. Saya berharap pemerintah kabupaten khususnya Dinas Pekerjaan Umum segera memperbaiki jalan yang ada sekarang ini,” kata Nurdin PJ Kepala Pekon Waynipah.
Kepada DemokrasiNews, Adi seorang pedagang bakso yang setiap hari melalui jalan tersebut menuturkan bahwa kondisi jalan rusak itu sudah lama. Ia berharap segera ada perbaikan, sehingga tidak sampai terjadi kerusakan yang lebih parah lagi.
“Sudah lebih dari 4 tahun saya berdagang keliling dari Semaka ke daerah Pematang Sawa. Alhamdulilah hasilnya lumayan, tapi sayang, jalan yang saban hari saya lalui rusak dan banyak lubang,” tandasnya.
Saking rusaknya, masih kata Adi, ia mengaku sering terjebak lubang dan terjatuh karena tidak terlihat saat hujan deras. “Karena jatuh, ya tumpah dagangan saya. Saya berharap jalan ini bisa secepatnya di perbaiki,” tukasnya.
Keluhan sama juga di ungkap kan pengunjung dan pengelola wisata Pantai Pesesekh Khikit saat di temui media ini. Mereka bahkan menyayangkan potensi yang di miliki wilayah tapi tidak di dukung dangan sarana jalan yang memadai.
“Kami sekeluarga berlibur dan tamasya kesini karena pemandangan pantainya indah, nyaman dan tentu saja aman, tapi untuk sampai di sini kami harus berjuang keras karena banyak lubang dan jalan berbatu,” kata Suroto salah satu pengunjung.
Dedi Haspran selaku Ketua Pokdarwis Pekon Betung sangat berharap kepada pemerintah kabupaten terkait sarana dan prasarana demi kemajuan wisata yang mereka kelola. “Pantai ini merupakan tempat wisata kebanggaan warga Tanggamus. Selaku pengelola kami minta Dinas PU dan Pariwisata bisa hadir memberi perhatian,” tukasnya.
Hal serupa juga di keluhkan Bertri salah satu tenaga medis di Puskesmas Pematang Sawa. “Kami merasa kerepotan dan susah jika akan merujuk pasien ke RSUD Kabupaten karena jaraknya jauh, jalannya juga menjadi kendala kami,” kata Betri.
Sementara, Camat Pematang Sawa, Agus Somat menyata kan bahwa semua keluham tersebut sudah di masukan ke Musrembang. “Sebagai pimpinan wilayah, kami sudah prioritaskan pembangunan jalan itu melalui Musrembang tingkat kecamatan dan kabupaten, bahkan kami juga sudah membuat proposal ke Dinas PU,” jelasnya.
Namun, Agus mengakui bahwa di wilayahnya masih permaslahan. Selain jalan penghubung, masalah penerangan di 8 pekon juga masih jadi pekerjaan rumah. “Di sana ada sekitar 2 ribu KK belum merasakan merdeka dan masih terisolir dari penerangan listrik,” ujarnya.
Amrizal selaku Pj Kepala Pekon Guring membenarkan informasi tersebut. “Iya benar memang demikian keadaan jalan di wilayah kami, saya berharap pembangunan yang di lakukan kesepan harus serentak dan langsung jadi. Sebab jika di bangun bertahap tidak sesuai dengan harapan warga masyarakat” pungkasnya.
Pewarta : Suhaili
Editor : Roy Choiri











