DEMOKRASINEWS : Lamtim: Jengkel karena Komoditi Cabai Merah harganya sangat murah, Pemilik kebun cabai bernama Sugito (34) mempersilahkan warga sekitar mengambil buah cabai tersebut,sesuka hati dikebunnya.
“Mau dibayar berapa terserah, ambil saja di kebun sesuka hatinya” kata Sugito saat ditemui di gubuk dekat kebunnya di Desa Way Areng Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur, (10/6/2020).
Tanaman Cabe milik Sugito seluas hampir 1/2 hektar, dengan modal hampir 40 juta sama sekali tak memberikan keuntungan bahkan merugi karena tambahan biaya perawatan dan petik.
“Pada awal musim tanam sudah mengeluarkqn modal mencapai 40 juta lebih saat panen saat ini dengan harga sangat murah paling kembali sekitar 10 juta rupiah saja. Sudah 3 kali petik panen cabai merah hanya diharga Rp 15.000,-dan parahnya lagi usai lebaran ini harga cabai merah cuma ditawar Rp 3.000 perkoligram oleh pengepul.

Karena harga murah ya sudah saya biarin saja Mas, tidak aku rawat lagi” jelasnya kepada DemokrasiNews saat melihat langsung ke lokasi kebun cabai. Bahkan sebagian tanaman cabai merah dibiarkan mengiring dan cabai merah siap panen terlihat kering di pohon.Saat ni tanaman cabe miliknya tidak pernah dirawatnya lagi.
“Harga segitu malah tombok untuk upah kerja petik cabai. Makanya saya biarkan saja mas dan kalau ada warga sekitar ingin mengambilnya mau kasih duit berapa disilahkan” ujarnya.
Sugito berharap wabah Covid-19 ini segera berakhir karena dampaknya benar-benar di rasakan para petani cabai merah. Para petani tidak ingin bantuan apapun dari pemerintah, tapi secepatnya Pemerintah bisa mengambil langkah kebijakan untuk membantu para petani cabe bisa memulihkan suasana seperti sebelum pandemi Covid 19 sehingga dunia usaha bangkit kembali dan harga hasil pertanian kembali stabil. ( Red )
Editor / Redaksi : Andono.











