DEMOKRASINEWS, Tanggamus – Kesalah pahaman keluarga pasien Puskesmas Antarbrak meningal dunia dalam perjalanan saat dirujuk menuju RSMH Pringsewu, di selesaikan secara kekeluargaan, Selasa (3/11) kemarin.
Kepada DemokrasiNews, Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Puskesmas Antarbrak Limau menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkunjung kekeluarga almarhum Nica Nawindra, bertemu keluarga juga kuasa keluarga. Pertemuan itu menghasilkan kata sepakat, kalau permasalahan itu hanya kesalah pahaman.
Menurut Popy, pertemuan itu dihadiri keluarga almarhum antara lain, Nawawi bapak alm, Ahmad Suhardi, Rekiyansyah. Sementara dari pihak Puskesmas Antarbrak diantaranya, KUPT Popy Eliza, dr Kadarrusman, Farhan, dengan membuat pernyataan perdamaian bermaterai.
Dia juga mengatakan, puskesmas sudah melakukan pelayanan kepada pasien sesuai dengan Standar Operasional Presedur (SOP). Alm Nica Nawindra masuk jam 04:30 wib pagi, langsung dilakukan pemeriksaan tanda-tanda pital dan dipasang infus, nebulizer atau alat bantu pernapasan juga pemberian obat-obatan yang sudah diresepkan dokter.
“Nica Nawindra pasien penderita TB Paru cukup parah bahkan satu paru-paru sebelah kanannya sudah tidak berpungsi, pasien juga sudah gagal pengobatan TB paru kategori pertama, dan kami arahkan untuk dirujuk kerumah sakit yang lebih lengkap peralatannya, oleh bapak alm minta dilakukan perawatan di puskesmas,” jelas Popy diruang kerjanya. Selasa sore (5/11)
Kedepan Puskesmas Antarbrak Limau, akan memberikan pelayanan dan fasilitas yang layak, juga obat-obatan yang lengkap, meningkatkan mutu pelayanan baik, serta perawat yang ramah, agar pasien yang sakit menjadi sehat.
Dilin pihak kuasa keluarga alm, Rekiyansyah mengatakan, keluarga sudah membuat pernyataan damai tertulis bermaterai dengan puskesmas antarbrak, dengan harapan kedepannya bisa melakukan pelayanan sesuai dengan SOP yang berlaku, katanya.
Pewarta : Suhaili
Editor : Roy Choiri











