DEMOKRASINEWS, Tulang Bawang, 26 Oktober 2026 – Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tulang Bawang mendorong penguatan kolaborasi pemuda lintas agama melalui usulan kegiatan camp selama dua hari satu malam. Bupati Tulang Bawang, Qodratul Ikhwan, menyambut positif gagasan tersebut dan meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengagendakan rencana kegiatan itu.
Gagasan tersebut disampaikan Ketua Pemuda Muhammadiyah Tulang Bawang, Joko Riyanto, dalam audiensi organisasi kepemudaan (OKP) dan perwakilan pemuda lintas agama bersama Bupati di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kecamatan Menggala, Senin (26/10/2026).
Audiensi ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama, menjaga persatuan, serta mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang.
Joko menjelaskan, Pemuda Muhammadiyah telah menjalankan sejumlah program penguatan kapasitas kader, konsolidasi organisasi, dan solidaritas antarpemuda. Organisasi tersebut juga mengembangkan gerakan sedekah sampah melalui Bank Sampah Masjid Al Fajar MBS Tulang Bawang serta mendorong kewirausahaan untuk memperkuat kemandirian ekonomi kader.
Menurut Joko, camp pemuda lintas agama dapat menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda dari berbagai latar belakang untuk berdialog, bertukar pengalaman, dan membangun kerja sama. Interaksi tersebut diharapkan memperkuat toleransi, solidaritas, dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Bupati Qodratul Ikhwan mengapresiasi program dan gagasan yang disampaikan para pemuda. Ia menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Pemerintah daerah, kata dia, terbuka terhadap inisiatif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan dapat dilaksanakan secara realistis serta berkelanjutan.
Dalam audiensi tersebut, Joko hadir bersama Ketua Nasyiatul Aisyiyah Isnasari Berlian, Ketua PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tulang Bawang Zahru Robickhul Akbar, dan Sekretaris Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Tulang Bawang Septa Ramadhan.
Isnasari menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan pendidikan tinggi di daerah, termasuk kehadiran Universitas Muhammadiyah Jakarta Kampus Tulang Bawang. Ia berharap perkembangan tersebut turut memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Septa berharap pelajar Muhammadiyah memperoleh ruang lebih luas untuk terlibat dalam agenda pendidikan dan kebangsaan. Keterlibatan tersebut dinilai penting untuk memperluas wawasan, menambah pengalaman, dan meningkatkan kontribusi pelajar bagi masyarakat.
Zahru menegaskan kesiapan IMM untuk membina mahasiswa menjadi kader yang tangguh dan unggul. Ia juga berharap pemerintah daerah membuka peluang kolaborasi yang memperluas akses informasi dan kesempatan kerja bagi generasi muda lulusan perguruan tinggi.
Audiensi ini turut dihadiri perwakilan GP Ansor, Pemuda Katolik, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG), Fatayat NU, IPNU, LDII, Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH), serta elemen pemuda lintas agama lainnya.
Melalui pertemuan ini, para pemuda berharap komunikasi dengan pemerintah daerah berlanjut dalam bentuk program nyata di bidang toleransi, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan pengembangan kapasitas generasi muda.
Kolaborasi lintas agama tersebut diharapkan memperkuat persaudaraan sekaligus mendukung terwujudnya Tulang Bawang yang Udang Manis: Unggul, Damai, Aman, Nyaman, Guyub, Mandiri, Agamis, Natural, Inovatif, dan Sejahtera.( Red/Sendi Gunawan)














