• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kemenkop Perkuat Koperasi Pesisir untuk Dongkrak Posisi Tawar Nelayan

DemokrasiNews
22/10/2026
in Ekonomi, Advertorial, Desa, Nasional
Kemenkop Perkuat Koperasi Pesisir untuk Dongkrak Posisi Tawar Nelayan

DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 22 Oktober 2026 — Kementerian Koperasi mendorong penguatan koperasi pesisir agar mampu menyediakan pembiayaan melaut, menyalurkan BBM bersubsidi, menyerap hasil tangkapan, serta menyediakan es dan fasilitas penyimpanan dingin. Langkah ini bertujuan memperkuat posisi tawar nelayan kecil dan memastikan mereka memperoleh manfaat yang lebih adil dari rantai usaha perikanan.

Deputi Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi, Panel Barus, menyampaikan hal tersebut saat membuka Seminar Peran Pedagang Pengumpul di Wilayah Pesisir bertema “Pengembangan Ekonomi Pesisir Berkeadilan Berbasis Koperasi” di aula Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, Kamis (22/10/2026).

“Namun, tantangan terbesar kita bukan lagi sekadar peningkatan produksi, melainkan keadilan rantai nilai dan tingkat kesejahteraan nelayan kecil yang masih rentan,” ujar Panel.

Kemenkop Perkuat Koperasi Pesisir untuk Dongkrak Posisi Tawar Nelayan Kemenkop Perkuat Koperasi Pesisir untuk Dongkrak Posisi Tawar Nelayan Kemenkop Perkuat Koperasi Pesisir untuk Dongkrak Posisi Tawar Nelayan

Menurut dia, nelayan kecil menghadapi persoalan struktural, mulai dari mahalnya kebutuhan produksi akibat distribusi yang tidak efisien, terbatasnya akses permodalan terjangkau, hingga rendahnya harga jual hasil tangkapan. Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan bergantung pada tengkulak, rentenir, atau skema utang yang berpotensi memperpanjang lingkaran kemiskinan.

Panel menilai koperasi perlu menghadirkan layanan usaha yang menjawab kebutuhan nelayan, terutama modal operasional, BBM solar bersubsidi, es, kepastian pembelian hasil tangkapan, dan dukungan logistik.

Kajian lapangan Kementerian Koperasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di Kabupaten Sukabumi, Indramayu, dan Lampung Timur menunjukkan bahwa nelayan kecil masih bergantung pada sejumlah terbatas pedagang pengumpul untuk mengakses pasar.

Kemenkop Perkuat Koperasi Pesisir untuk Dongkrak Posisi Tawar Nelayan Kemenkop Perkuat Koperasi Pesisir untuk Dongkrak Posisi Tawar Nelayan Kemenkop Perkuat Koperasi Pesisir untuk Dongkrak Posisi Tawar Nelayan

Meski demikian, pedagang pengumpul tidak hanya berperan sebagai perantara pemasaran. Mereka juga menyediakan modal melaut, uang tunai, kepastian pembelian, bantuan saat paceklik, es, fasilitas penyimpanan dingin, dan jaringan pengiriman. Hubungan tersebut bertahan karena kedekatan sosial dan kepercayaan yang telah terbangun dengan nelayan.

Sementara itu, sejumlah koperasi pesisir masih terbatas pada satu atau dua layanan, seperti pengelolaan tempat pelelangan ikan atau penyaluran BBM bersubsidi. Pembiayaan melaut, penyerapan hasil tangkapan, dan perlindungan terhadap risiko usaha belum tersedia secara konsisten.

Karena itu, pengembangan koperasi pesisir diarahkan untuk membangun hubungan usaha yang lebih transparan, adil, dan berdaya saing, bukan menyingkirkan pedagang pengumpul. Koperasi diharapkan memperluas pilihan nelayan sekaligus memperkuat posisi tawar mereka dalam menentukan pembiayaan, penjualan, dan distribusi hasil perikanan.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengatakan seminar tersebut menjadi forum strategis untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan, menghimpun masukan, dan merumuskan langkah nyata bagi pengembangan ekonomi pesisir.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan usaha yang sehat dan transparan antara nelayan, pedagang pengumpul, koperasi, serta seluruh pelaku usaha perikanan.

Seminar ini diharapkan menghasilkan peta jalan pengembangan ekonomi pesisir berbasis koperasi melalui kolaborasi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, akademisi, organisasi nelayan, serta pelaku usaha.

Hasil pembahasan juga akan menjadi masukan bagi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), termasuk penguatan koperasi yang telah berjalan dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pengelola KNMP.

Panel menegaskan, keberhasilan koperasi pesisir harus tercermin dalam manfaat nyata bagi nelayan: akses modal yang lebih mudah, mutu hasil tangkapan yang terjaga, serta pasar yang memberikan kepastian dan nilai ekonomi lebih baik. Ia juga mendorong agar jaringan koperasi dan KNMP dapat mendukung penyaluran BBM solar bersubsidi sesuai kebijakan yang berlaku.( Red/Rls/Prie )


Berita Terkini

Pakan Mandiri Pangkas Biaya Produksi hingga 50 Persen, Lampung Dorong Pembudidaya Ikan Tembus Pasar MBG
Ekonomi

Pakan Mandiri Pangkas Biaya Produksi hingga 50 Persen, Lampung Dorong Pembudidaya Ikan Tembus Pasar MBG

DemokrasiNews
22/10/2026
Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Lampung Timur Tuntaskan Perda Pesantren untuk Perkuat Kemandirian
Pendidikan

Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Lampung Timur Tuntaskan Perda Pesantren untuk Perkuat Kemandirian

DemokrasiNews
22/10/2026
MWC NU Terusan Nunyai Gelar Istighosah Kubro, Peringati Hari Santri 2026, dan Luncurkan Koperasi Nahdloh Prima Pratama
Sosial Budaya

MWC NU Terusan Nunyai Gelar Istighosah Kubro, Peringati Hari Santri 2026, dan Luncurkan Koperasi Nahdloh Prima Pratama

DemokrasiNews
22/10/2026
Pemkab Lampung Timur Gelar Gerakan Pangan Murah di Raman Aji, Jaga Stabilitas Harga
Advertorial

Pemkab Lampung Timur Gelar Gerakan Pangan Murah di Raman Aji, Jaga Stabilitas Harga

DemokrasiNews
21/10/2026
KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Seluruh Penumpang dan Awak Kapal Berhasil Dievakuasi
Peristiwa

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Seluruh Penumpang dan Awak Kapal Berhasil Dievakuasi

DemokrasiNews
20/10/2026
Kementerian PU Tuntaskan 10 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan Sawah di Tulang Bawang
Nasional

Kementerian PU Tuntaskan 10 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan Sawah di Tulang Bawang

DemokrasiNews
20/10/2026

Related News

13 Prajurit TNI AD Kodim 0429/Lamtim Naik Pangkat

13 Prajurit TNI AD Kodim 0429/Lamtim Naik Pangkat

02/04/2022
Jabat Kapolsek Gedong Tataan, Kompol Hapran Silaturahmi Himbau Pentingnya Kamtibmas

Jabat Kapolsek Gedong Tataan, Kompol Hapran Silaturahmi Himbau Pentingnya Kamtibmas

23/10/2020
Berkontribusi Positif, Mentan Ajak Mahasiswa Masuk Bisnis Pertanian

Berkontribusi Positif, Mentan Ajak Mahasiswa Masuk Bisnis Pertanian

23/07/2023

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda
  • Beranda
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2026 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/