DEMOKRASINEWS, Bandarlampung, 6 Oktober 2026 — Persatuan Purnakaryawan Perkebunan Republik Indonesia (P3RI) Cabang PTPN I–PTPN IV Regional 7 resmi meluncurkan Agen Pos di Gedung Kolaboratif PTPN Bandar Lampung, Selasa (6/10/2026). Kehadiran layanan tersebut diharapkan mempermudah transaksi anggota, mitra kerja, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Ketua Cabang P3RI PTPN I–PTPN IV Regional 7, Hadi Asmanto, mengatakan Agen Pos merupakan bagian dari upaya organisasi memberikan kemudahan pelayanan transaksi bagi anggota dan mitra kerja.
“Dengan adanya Agen Pos ini, kami berharap dapat mempermudah anggota dan mitra kerja dalam bertransaksi, apa pun bentuk dan jenis transaksinya,” ujar Hadi.
Menurut dia, peluncuran Agen Pos sengaja dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan arisan ranting P3RI. Langkah tersebut dilakukan karena secara organisasi, anggota P3RI berada di tingkat ranting.
“Kami memanfaatkan acara arisan ranting ini sekaligus untuk launching Agen Pos,” katanya.
Kegiatan launching dihadiri sejumlah pejabat dan mitra kerja, antara lain Kepala Bagian SDM PTPN I, Ronald Sudrajad, yang mewakili Region Head PTPN I; Kepala Bagian SDM PTPN IV Regional 7, Heria Kusworo, mewakili Region Head PTPN IV Regional 7; Executive General Manager/Kepala Cabang Utama PT Pos Indonesia Bandar Lampung, Rudi Rinaldi; Direktur PT Cipta Usaha Makmur (CUM), Wirastomo Dwi Purbojati; Ketua Cabang P3RI Hadi Asmanto; Ketua Ranting P3RI Budi Firman; serta Ketua Kopdit Sejahtera, Suharyanto.
Ronald Sudrajad menyampaikan apresiasi atas inovasi P3RI dalam mengembangkan kerja sama melalui layanan Agen Pos.
“Kami akan berupaya memaksimalkan Agen Pos Indonesia yang telah bekerja sama dengan P3RI Cabang. Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada bapak-bapak yang luar biasa dengan inovasinya,” ujarnya.
Executive General Manager/Kepala Cabang Utama PT Pos Indonesia Bandar Lampung, Rudi Rinaldi, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk mengembangkan usaha sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Menurut Rudi, Agen Pos tidak hanya melayani kebutuhan benda pos, seperti meterai dan pengiriman paket, tetapi juga menyediakan berbagai layanan transaksi.
“Selain benda-benda pos seperti meterai dan kirim paket, baik dalam negeri maupun luar negeri, Agen Pos juga dapat melayani pembayaran PLN, listrik, pulsa HP, top up dan berbagai layanan lainnya,” jelasnya.
Rudi menilai peluang pengembangan usaha Agen Pos di Bandar Lampung masih terbuka lebar karena jumlah keagenan Pos Indonesia di wilayah tersebut belum terlalu banyak. Kesempatan itu juga terbuka bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha berbasis layanan transaksi.
Direktur PT Cipta Usaha Makmur (CUM), Wirastomo Dwi Purbojati, menjelaskan CUM merupakan mitra PT Pos Indonesia yang mendukung pengelolaan aplikasi untuk berbagai transaksi layanan Agen Pos.
Kerja sama CUM dengan PT Pos Indonesia telah berlangsung sekitar lima tahun. Hingga pekan sebelumnya, jumlah mitra keagenan yang telah bergabung mencapai 1.287 agen.
“Kerja sama kami dengan PT Pos Indonesia sudah berjalan sekitar lima tahun. Sampai Minggu kemarin, mitra kerja kami sudah mencapai 1.287 keagenan,” ungkap Purbojati.
Ia mengatakan persyaratan menjadi Agen Pos relatif mudah. Calon agen cukup menyiapkan KTP dan nomor telepon serta perangkat pendukung seperti komputer, printer, timbangan dan perlengkapan lainnya.
“Yang lainnya nanti akan dipandu dan gratis,” katanya.
Pemasaran layanan juga dapat dilakukan secara offline maupun online. Agen diberi ruang untuk mengembangkan jaringan dengan membangun hubungan dan menawarkan berbagai layanan kepada masyarakat.
Launching Agen Pos mendapat respons positif dari peserta. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan dan menyatakan minat menjadi agen.
Selain pemaparan mengenai layanan dan peluang usaha, peserta juga mendapat simulasi langsung proses pengiriman paket melalui Agen Pos.
Sekretaris Cabang P3RI, Mangaraja H. Siahaan, mengatakan hingga kegiatan berlangsung, sedikitnya tujuh orang telah menyatakan minat dan mendaftarkan diri sebagai calon Agen Pos.
“Sementara ini sudah ada sekitar tujuh orang yang mendaftar. Nanti coba saya share ke grup P3RI tingkat nasional. Semoga segera banyak yang bergabung,” ujarnya.
Mangaraja berharap kehadiran Agen Pos dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi anggota P3RI, mitra kerja maupun masyarakat luas. Menurut dia, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya P3RI mendorong para purnakaryawan perkebunan agar tetap produktif setelah memasuki masa purnatugas.
“Purnakaryawan perkebunan dalam mengisi hari-harinya tidak hanya momong atau mencuci, tetapi banyak juga yang memiliki usaha UMKM, termasuk kerajinan khas Lampung dan makanan ringan,” ungkapnya.
Peluncuran Agen Pos P3RI Cabang PTPN I–PTPN IV Regional 7 menjadi langkah awal untuk memperluas akses layanan Pos Indonesia sekaligus membuka ruang kewirausahaan baru bagi anggota P3RI dan masyarakat Bandar Lampung.( Red/Ato)














