DEMOKRASINEWS, Tulang Bawang, 13 September 2026 — Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Tulang Bawang menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) IV di Aula SMP Muhammadiyah 1 Menggala, Sabtu (12/9/2026). Forum ini menjadi momentum strategis bagi organisasi pelajar Muhammadiyah tersebut untuk mengevaluasi perjalanan gerakan, memperkuat kaderisasi, sekaligus merumuskan arah kepemimpinan dan program kerja ke depan.
Mengusung tema “Meneguhkan Arah, Menyongsong Era Baru IPM Tulang Bawang”, Musyda IV diarahkan untuk mendorong lahirnya gerakan pelajar yang lebih aktif, progresif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan generasi muda di tengah perubahan zaman.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulang Bawang Bidang Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, Sukiyo, S.Pd. Turut hadir perwakilan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, serta sejumlah organisasi otonom Muhammadiyah di Tulang Bawang.
Dalam sambutannya, Sukiyo menegaskan bahwa IPM memiliki posisi penting sebagai ruang pembinaan sekaligus pengembangan potensi pelajar.
“Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tulang Bawang harus aktif dan progresif karena IPM adalah wadah untuk bertumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Menurut Sukiyo, aktivitas IPM tidak sebatas menjalankan program organisasi. Lebih dari itu, IPM memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, intelektualitas, dan kepedulian sosial generasi muda Muhammadiyah.
Musyda IV juga menjadi ruang refleksi bagi kader untuk menilai perjalanan organisasi pada periode sebelumnya. Evaluasi tersebut diharapkan melahirkan gagasan baru yang dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang lebih relevan dengan kebutuhan pelajar serta dinamika sosial di lingkungan masyarakat.
Selain evaluasi dan penyusunan arah gerakan, regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu agenda penting dalam Musyda. Proses tersebut diharapkan mampu melahirkan kader yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, wawasan luas, serta komitmen untuk meneruskan dakwah dan perjuangan Muhammadiyah di kalangan pelajar.
Melalui Musyda IV, IPM Tulang Bawang juga didorong memperkuat solidaritas antarkader dan membangun budaya organisasi yang sehat, terbuka, serta produktif. Gerakan pelajar diharapkan tidak berhenti pada aktivitas internal, tetapi mampu menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi pelajar dan masyarakat.
Musyda IV pada akhirnya diharapkan menjadi lebih dari sekadar forum pergantian kepemimpinan. Momentum tersebut menjadi titik tolak untuk memperkuat kaderisasi, memperluas kontribusi pelajar, dan menghadirkan gerakan IPM Tulang Bawang yang semakin aktif, progresif, berkarakter, dan berkemajuan.(Red/Sendi Gunawan)














