DEMOKRASINEWS, Lampung Utara, 30 Agustus 2026 — Kebakaran melanda bangunan gudang di bagian belakang RSUD Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan setelah terdengar dua kali suara ledakan dari sekitar lokasi kebakaran.
Api dilaporkan muncul dari bagian atap bangunan belakang rumah sakit yang diduga berada di sekitar area pengolahan limbah. Kobaran api kemudian membesar sehingga membuat pasien dan keluarga pasien yang berada di dalam rumah sakit panik.
Untuk mengantisipasi kemungkinan api merembet ke bangunan utama, pihak rumah sakit mengevakuasi sebanyak 19 pasien ke ruangan yang dinilai lebih aman.
Humas RSUD Ryacudu, Ari Handoko, membenarkan kebakaran tersebut. Ia mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
“Kebakaran terjadi di area gudang belakang. Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan. Sebanyak 19 pasien kami evakuasi ke ruang yang lebih aman,” kata Ari Handoko, Minggu malam.
Petugas pemadam kebakaran kemudian diterjunkan ke lokasi. Sedikitnya tiga unit mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan api dan melakukan proses pendinginan di sekitar titik kebakaran.
Suasana sempat semakin panik setelah terdengar dua kali suara ledakan. Salah seorang pasien, Bagas, mengaku terkejut ketika mendengar suara tersebut saat sedang tidur.
“Lagi tidur, tiba-tiba mendengar suara meledak. Kami keluar semua dan panik,” ujar Bagas.
Beruntung, kobaran api tidak sampai merembet ke bangunan utama rumah sakit. Petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api setelah melakukan pemadaman dan pendinginan.
Meski api telah padam, aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran serta mengetahui sumber dua suara ledakan yang terdengar saat kejadian.
Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses penghitungan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Setelah api berhasil dikendalikan, aktivitas penanganan di rumah sakit kembali dilakukan dengan memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali membesar.( Red/JM )











