DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 22 Agustus 2026 — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, menjadi momentum penting bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk mengenang sejarah berdirinya desa sekaligus memperkuat semangat pembangunan menuju desa mandiri dan sejahtera.
Peringatan tahunan tersebut bukan sekadar seremoni. Bagi masyarakat Sribhawono, hari jadi desa menjadi ruang untuk mengenang jasa para tokoh masyarakat yang pada masa lalu turut meletakkan dasar berdirinya desa. Di sisi lain, momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali perkembangan desa yang kini terus bergerak di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi, perdagangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai kegiatan sosial dan budaya masyarakat.
Memasuki usia 74 tahun, Desa Sribhawono menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Desa ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi ekonomi dan perdagangan yang terus tumbuh di Kecamatan Bandar Sribhawono. Letaknya yang strategis menjadi salah satu faktor pendukung berkembangnya aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang bagi dunia usaha dan investor dari luar daerah.

Posisi Sribhawono yang berada pada jalur strategis membuat desa tersebut memiliki konektivitas yang cukup baik dengan berbagai wilayah. Akses menuju Bandar Lampung sebagai ibu kota Provinsi Lampung juga relatif mudah, dengan waktu tempuh sekitar satu jam dalam kondisi lalu lintas normal. Kondisi tersebut menjadi salah satu modal penting bagi masyarakat dalam mengembangkan kegiatan ekonomi, khususnya sektor perdagangan dan jasa.
Perkembangan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah desa agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seimbang dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi lokal, termasuk keberadaan pelaku UMKM, menjadi bagian penting dalam upaya membangun perekonomian desa yang lebih mandiri.

Kepala Desa Sribhawono, Buih Wisnu Prabowo, mengatakan bahwa rangkaian HUT ke-74 Desa Sribhawono telah dipersiapkan melalui musyawarah bersama masyarakat. Sejumlah agenda disiapkan untuk memberikan ruang kepada warga dalam merayakan hari jadi desa sekaligus mempererat hubungan sosial antarmasyarakat.
Menurut Wisnu, keterbatasan luas Lapangan Merdeka Desa Sribhawono membuat sejumlah kegiatan harus disesuaikan dengan kondisi lokasi. Meski demikian, pemerintah desa tetap berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan.
Rangkaian kegiatan antara lain pertandingan olahraga, seperti sepak bola dan bola voli, serta pasar malam yang menyediakan arena hiburan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan warga dalam suasana perayaan yang lebih meriah.
Selain kegiatan olahraga dan hiburan, pemerintah desa bersama kepala dusun, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pelaku seni dan budaya juga menyiapkan pesta rakyat. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 27 Agustus hingga 2 September 2026.
Pesta rakyat akan melibatkan masyarakat dari Dusun 1 hingga Dusun 12. Selama rangkaian kegiatan, warga akan menampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan lokal. Panggung tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda dan para pelaku seni untuk menunjukkan kreativitas serta menjaga keberlangsungan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.
Bagi sebuah desa yang telah berusia 74 tahun, keberadaan seni dan budaya memiliki arti penting. Pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun meningkatnya aktivitas perdagangan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga identitas dan nilai-nilai kebersamaan.
Puncak HUT ke-74 Desa Sribhawono akan berlangsung pada 3 September 2026. Sejumlah kegiatan utama telah dipersiapkan, antara lain upacara bendera, karnaval budaya yang melibatkan masyarakat, serta pertandingan final sepak bola.
Pada malam harinya, rangkaian perayaan akan ditutup dengan kegiatan syukuran dan pementasan wayang kulit semalam suntuk. Tradisi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga kesenian tradisional sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati hiburan berbasis budaya.
Rangkaian HUT Desa Sribhawono sendiri telah dimulai sejak 19 Agustus 2026, ditandai dengan berbagai pertandingan olahraga, khususnya sepak bola yang diikuti sejumlah kesebelasan. Pertandingan tersebut menjadi agenda rutin yang selalu dinantikan masyarakat setiap momentum hari jadi desa.
Tidak hanya olahraga dan seni budaya, sektor ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian dalam rangkaian peringatan tahun ini. Pemerintah Desa Sribhawono sebelumnya berencana menggelar bazar UMKM dengan melibatkan para pelaku usaha lokal.
Namun, karena keterbatasan lokasi di Lapangan Merdeka, agenda bazar UMKM tersebut harus ditunda dan direncanakan untuk dilaksanakan pada kesempatan berikutnya. Penundaan tersebut tidak berarti mengurangi perhatian pemerintah desa terhadap keberadaan UMKM, yang dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Keberadaan UMKM di Desa Sribhawono dinilai cukup banyak dan beragam. Apabila dikelola serta dipromosikan secara berkelanjutan, sektor tersebut berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat desa. Bazar UMKM ke depan diharapkan dapat menjadi ruang promosi bagi produk lokal sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen yang lebih luas.
Bagi masyarakat, perayaan HUT desa juga dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Sribhawono kepada masyarakat dari luar desa. Ketika kegiatan olahraga, seni budaya, pasar malam, dan aktivitas ekonomi berlangsung secara bersamaan, pergerakan masyarakat pun meningkat. Kondisi tersebut secara tidak langsung dapat memberikan peluang bagi pedagang kecil dan pelaku usaha lokal untuk memperoleh tambahan pendapatan.
Wisnu Buih Prabowo mengajak seluruh masyarakat Desa Sribhawono dan warga di wilayah Kecamatan Bandar Sribhawono untuk bersama-sama memeriahkan HUT ke-74 dengan tetap menjaga ketertiban, kebersamaan, dan semangat membangun desa.
Ia berharap peringatan hari jadi tahun ini tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi mampu menumbuhkan optimisme baru bagi masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki desa.
Semangat tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan Sribhawono sebagai wilayah yang terus berkembang. Pertumbuhan perdagangan dan dunia usaha perlu diiringi dengan penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya, serta pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Usia 74 tahun menjadi penanda perjalanan panjang Desa Sribhawono. Di balik kemeriahan pertandingan olahraga, pesta rakyat, karnaval budaya, hingga pagelaran wayang kulit, terdapat pesan yang lebih besar: pembangunan desa harus tumbuh bersama masyarakat.
Dengan kekuatan sejarah, potensi ekonomi, kreativitas warga, serta semangat gotong royong, Sribhawono memiliki modal sosial untuk terus berkembang sebagai desa yang mandiri. Perayaan HUT ke-74 pun menjadi pengingat bahwa masa depan desa bukan hanya dibangun melalui program pemerintah, tetapi juga melalui partisipasi dan kepedulian seluruh masyarakat.
Dari mengenang para pendiri desa, merawat budaya, menghidupkan UMKM, hingga membuka peluang ekonomi baru, perjalanan 74 tahun Sribhawono menjadi bagian dari cerita panjang masyarakat Lampung Timur dalam membangun kehidupan yang lebih maju dan sejahtera.
“Mari kita rayakan HUT Desa Sribhawono ke-74 ini dengan semarak, menuju desa mandiri, ekonomi berkembang, masyarakat sejahtera, dan bersama-sama mewujudkan Lampung Timur yang makmur,” ujar Wisnu.( Red/Supriyono)











