DEMOKRASINEWS, Jakarta, 12 Juni 2026 – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memperkuat sinergi dalam upaya perlindungan anak dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dan Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana kolaborasi pada peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, sekaligus penjajakan pembaruan kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Kepala BNN RI menegaskan bahwa kedua lembaga memiliki fokus yang sejalan dalam menjaga dan melindungi generasi penerus bangsa. Salah satu upaya yang tengah diperkuat BNN adalah Gerakan Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika (ANANDA BERSINAR).

Menurutnya, kesamaan visi tersebut membuka peluang besar untuk menghadirkan program-program kolaboratif yang lebih efektif dan berdampak langsung kepada masyarakat. Pada peringatan HANI 2026, BNN memilih mengedepankan kegiatan yang substantif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian PPPA.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai sinergi program antara kedua lembaga dapat memperluas jangkauan perlindungan anak sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

Selain membahas agenda peringatan nasional, kedua pihak juga sepakat memperbarui kerja sama yang telah berakhir pada 2025. Sebagai tindak lanjut, BNN dan Kementerian PPPA akan membentuk tim bersama guna menyiapkan berbagai program kolaboratif secara berkelanjutan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
(Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN)











