DEMOKRASINEWS, Makkah Al-Mukarramah, 5 Juni 2026 — Suasana haru mulai menyelimuti jemaah haji Kloter JKG 7 Bandar Lampung. Menjelang kepulangan ke Indonesia, Kamis malam Jumat (5/6/2026), para jemaah menuntaskan salah satu rangkaian terakhir ibadah haji, yakni Tawaf Wada atau tawaf perpisahan di Masjidil Haram.
Bagi sebagian besar jemaah, Tawaf Wada bukan sekadar ritual penutup, melainkan momen penuh makna untuk berpamitan dengan Baitullah setelah berhari-hari menjalani perjalanan spiritual yang menguras tenaga sekaligus memperkaya jiwa.
Selain dilakukan secara mandiri, sejumlah jemaah melaksanakan Tawaf Wada secara berkelompok sebagaimana yang dilakukan rombongan Safir Madina. Dipimpin H. Hairun Ikhsan, rombongan mulai bergerak menuju Masjidil Haram sekitar pukul 22.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dan kembali ke hotel sekitar pukul 01.00 WAS.

Di tengah lautan manusia yang memadati area tawaf, suasana tetap berlangsung tertib dan lancar. H. Zikwan, yang mengikuti Tawaf Wada bersama istrinya, mengaku merasakan kepadatan luar biasa saat mengelilingi Ka’bah.
“Tadi ramai sekali saat Tawaf Wada bersama rombongan. Padat merayap, tetapi tetap lancar,” ujarnya.
Kepadatan jemaah dari berbagai negara menyebabkan rombongan sempat terpisah. Beberapa jemaah kembali ke hotel secara mandiri setelah menyelesaikan tawaf karena sulit berkumpul kembali di tengah keramaian.
Sementara itu, kesibukan persiapan kepulangan sudah mulai terlihat sejak Rabu. Koper-koper besar telah lebih dahulu dikumpulkan untuk proses pengangkutan menuju bandara. Adapun koper kabin atau koper kecil mulai diambil petugas sejak pukul 07.00 WAS.
Salah seorang jemaah, Upik Lia, mengaku sempat terkejut ketika diminta segera mengeluarkan koper kecil dari kamar hotel.
“Waduh, saya sempat kaget. Pengumuman terakhir ke bandara masih pukul 10.20 WAS, tiba-tiba petugas meminta koper kecil segera dikeluarkan. Untung semuanya sudah saya siapkan sejak kemarin,” tuturnya sambil tersenyum.
Ketua Kloter JKG 7, Winardi, kembali mengingatkan seluruh jemaah agar mematuhi ketentuan penerbangan, termasuk tidak membawa air zamzam dengan cara memasukkannya ke dalam koper.
“Ikuti seluruh regulasi dan ketentuan yang sudah ditetapkan agar proses kepulangan berjalan lancar,” pesannya.
Berdasarkan jadwal, jemaah Kloter JKG 7 akan bertolak dari Arab Saudi menggunakan maskapai Saudi Arabia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5256 pada pukul 18.20 WAS. Pesawat dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 08.15 WIB.
Selanjutnya, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Bandar Lampung melalui Bandara Radin Inten dengan jadwal keberangkatan pukul 13.45 WIB dan diperkirakan tiba pukul 14.45 WIB.
Di balik koper-koper yang kini telah tertata rapi, tersimpan jutaan kenangan yang akan dibawa pulang ke tanah air. Setiap jemaah memiliki kisah yang berbeda, meskipun menjalani tempat, waktu, dan rangkaian ibadah yang sama. Ada yang membawa cerita tentang kesabaran, ada yang menemukan makna persaudaraan, dan ada pula yang merasakan kedekatan spiritual yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Perjalanan haji mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu lahir dari kenyamanan, tetapi dari kemampuan mensyukuri setiap langkah dan setiap ujian yang dijalani dengan ikhlas. Dari padatnya lautan manusia di Masjidil Haram hingga hangatnya kebersamaan sesama jemaah, semuanya menjadi pelajaran hidup yang tak ternilai.
Kini, ketika waktu kepulangan semakin dekat, doa terbaik mengiringi langkah para jemaah Kloter JKG 7. Semoga seluruh jemaah kembali ke Bandar Lampung dalam keadaan sehat, selamat, serta memperoleh predikat haji yang mabrur.
Jemaah juga menitipkan salam dan ucapan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung atas perhatian, dukungan, dan kepedulian yang diberikan selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.
Sebab pada akhirnya, perjalanan ini bukan hanya tentang berangkat dan pulang. Perjalanan haji adalah tentang bagaimana setiap langkah yang ditempuh di Tanah Suci mampu menghadirkan perubahan, menumbuhkan ketulusan, dan menguatkan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali mengabdi di tengah keluarga, masyarakat, dan bangsa.( Red/Laporan Agustobationo dari Makkah )











