DEMOKRASINEWS, Palembang Sumsel, 25 Mei 2026 – Konser “HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour” sesi ketujuh di Jakabaring, Palembang, Minggu (24/5/2026), bukan sekadar panggung nostalgia bagi para Slankers. Di balik dentuman musik dan lautan penonton, tersimpan pesan bisnis yang disampaikan cukup jelas: HS tengah membangun dominasi pasar rokok di Pulau Sumatera.
Nama HS kini tidak lagi hanya hadir sebagai sponsor konser, tetapi mulai diposisikan sebagai brand dengan identitas kuat sebagai “orang Sumatera untuk Sumatera”. Momentum itu ditegaskan langsung oleh Danang Setya, manager pemegang penjualan HS wilayah Sumatera dari Lampung hingga Aceh.
Menurut Danang, dipilihnya Palembang sebagai lokasi konser bukan keputusan seremonial semata. Kota tersebut dianggap menjadi simbol keberhasilan penetrasi pasar HS di Sumatera meski usia edar produk itu belum genap dua tahun.
“Pulau Sumatera menjadi salah satu wilayah distribusi terbesar untuk komoditas rokok HS. Khusus Palembang, penerimaannya luar biasa. HS berani bersaing meski belum dua tahun beredar,” ujar Danang.
Pernyataan tersebut diperkuat dengan langkah ekspansi besar yang kini tengah dipersiapkan HS. Perusahaan itu akan membangun pabrik baru di Lampung Timur yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2026.
Bagi HS, Lampung bukan sekadar lokasi industri, melainkan gerbang utama distribusi di Sumatera.
Danang mengatakan keputusan membangun pabrik di Lampung Timur juga berkaitan dengan kedekatan emosional pemilik HS, Haji Suryo, dengan wilayah tersebut.
“Sumatera punya romantisme sendiri bagi owner HS. Beliau lahir di Lampung sebelum kemudian ke Bengkulu. Ada kedekatan emosional yang membuat Sumatera bukan sekadar pasar, tetapi rumah,” katanya.
Di tengah ketatnya persaingan industri rokok nasional yang didominasi pemain lama dengan modal besar, HS memilih pendekatan berbeda. Perusahaan mencoba membangun kedekatan melalui kultur lokal dan identitas regional.
Strategi itu dinilai cukup berani, namun sejauh ini berhasil mendapat respons positif dari pasar.
“Jumlah penduduk Sumatera mencapai lebih dari 50 juta jiwa. Respons terhadap HS sangat baik. Faktor owner yang asli Sumatera juga menjadi daya tarik tersendiri,” tambah Danang.
Selanjutnya Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, menegaskan bahwa HS ingin tumbuh bukan hanya sebagai perusahaan rokok, tetapi juga sebagai brand yang membawa semangat pemberdayaan sosial.
“Pak Haji Suryo itu wong Sumatera. Jadi ada rasa memiliki. Dan semangat HS memang soal pemberdayaan,” ujar Tessa.
Ia mengungkapkan, pabrik HS di Lampung Timur nantinya diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja. Perusahaan juga mengklaim membuka ruang kerja inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.
“Saat ini sudah ada sekitar 120 pekerja disabilitas di HS dan kami juga menyiapkan mess untuk mereka. Kami menerima banyak pekerja tanpa pengalaman kerja. Prinsip kami sederhana, semua orang punya kesempatan yang sama,” tegasnya.
Secara bisnis, Sumatera kini menjadi wilayah strategis bagi HS. Tessa menyebut kontribusi penjualan dari Pulau Sumatera mencapai 25 persen atau sekitar 135 juta batang.
“Untuk perusahaan rokok yang belum dua tahun, angka itu cukup signifikan. Karena itu kami serius membuka pabrik di Lampung,” katanya.
Di sisi lain, konser “Berani Kita Beda Tour” juga menjadi sarana branding yang efektif bagi HS. Di tengah industri yang lazim mengandalkan iklan konvensional, HS memilih jalur musik dan komunitas untuk membangun kedekatan emosional dengan pasar muda serta komunitas lokal.
Vokalis Slank, Kaka, mengaku konser di Palembang menjadi momen yang sudah lama dinantikan.
“Gara-gara HS ini Slank bisa datang lagi ke Palembang. Banyak yang bersyukur, termasuk saya. Sumsel itu basis Slankers terbesar di Sumatera,” ujarnya.
Sementara bassist Slank, Ivanka, menilai HS tidak sekadar menjadi sponsor konser, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku UMKM melalui gerakan “Slankerspreneur”.
“Belum pernah ada tur yang sponsornya memfasilitasi UMKM untuk berjualan secara total. Ini wajah baru Slankers, pejuang usaha,” kata Ivanka.
Konser HS Hey Slank di Palembang turut menghadirkan sejumlah musisi nasional seperti Tony Q Rastafara, Superiots, Stand Here Alone, Mahalara, hingga band lokal Palembang, Kopral Jono.
Di luar hingar-bingar konser, satu pesan tampak jelas: HS tengah membangun citra baru sebagai brand lokal yang mencoba naik kelas melalui kombinasi industri, komunitas, dan romantisme kedaerahan.
Di tengah pasar rokok nasional yang selama ini didominasi pemain lama, HS memilih jalan berbeda: tampil dekat dengan komunitas, membangun identitas regional, dan menantang persaingan melalui pendekatan emosional.
Bukan sekadar menjual produk, HS tampaknya sedang membangun cerita tentang kedekatan, identitas, dan rasa memiliki di tengah masyarakat Sumatera.( Red/Prie )











