DEMOKRASINEWS, Madinah, 3 Mei 2026 – Suasana duka menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M. Hingga Sabtu (2/5/2026), sebanyak lima jemaah haji asal Indonesia dilaporkan wafat di Madinah, Arab Saudi, tak lama setelah tiba di Tanah Suci.
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), seluruh jemaah yang meninggal dunia merupakan bagian dari gelombang pertama kedatangan. Mayoritas wafat akibat penurunan kondisi kesehatan dan serangan jantung, yang dipicu kelelahan setelah perjalanan panjang serta riwayat penyakit penyerta (komorbid).
Kelima jemaah yang terkonfirmasi wafat yakni Rodiah (68) dari Kloter SOC 03 (Solo), Kamariah Dul Tayib (85) dari Kloter SUB 08 (Pasuruan), Nursidah Sinrang Sijarra (59) dari Kloter UPG (Gowa), Tukiman Sardi Kromo Karso (54) dari Kloter PDG 04 (Kota Bengkulu), serta Dawanus Mahmud Muhammad Hasim (51) dari Kloter BTH 05 (Kampar, Riau).

Petugas Kesehatan Haji Indonesia mengungkapkan, kondisi fisik jemaah yang menurun setelah menempuh perjalanan jauh menjadi faktor utama. Bahkan, beberapa di antaranya dilaporkan wafat hanya dalam hitungan jam setelah mendarat di Bandara King Abdul Aziz maupun saat berada di pemondokan.
Seluruh jemaah wafat di Madinah, seiring dengan fokus ibadah gelombang pertama yang saat ini menjalankan Arbain di Masjid Nabawi sebelum diberangkatkan ke Makkah.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kementerian Agama RI memastikan hak ibadah para jemaah tetap terpenuhi. Jemaah yang wafat sebelum sempat melaksanakan wukuf akan mendapatkan layanan badal haji secara cuma-cuma dari petugas haji.
“Keluarga di tanah air tidak perlu khawatir terkait kelanjutan ibadah almarhum maupun almarhumah, karena pemerintah akan membadalkan hajinya,” ujar perwakilan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Madinah.
Selain itu, pemerintah juga menjamin pemberian asuransi jiwa bagi jemaah yang wafat selama masa operasional haji sesuai ketentuan yang berlaku.
Rencananya, seluruh jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah, setelah melalui proses administrasi serta penyalatan di Masjid Nabawi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan fisik dan kesehatan bagi jemaah haji, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit. Pemerintah pun terus mengimbau agar calon jemaah mempersiapkan diri secara optimal demi kelancaran dan keselamatan dalam menjalankan rukun Islam kelima.( Red/Ato )











