Bekasi, Senin (27/4/2026) — Kawasan perkeretaapian Bekasi diguncang dua insiden besar yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan pada Senin malam. Peristiwa paling serius terjadi di area Stasiun Bekasi Timur, ketika rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tujuan Bekasi ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek. Sebelumnya, sebuah mobil juga dilaporkan tertabrak kereta di perlintasan sebidang JPL 85.
Menurut informasi awal dari saksi di lokasi, tabrakan antarkereta terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, KRL tengah berhenti tidak jauh dari area stasiun. Penumpang mengira kereta hanya berhenti sementara sebagaimana biasanya. Namun, situasi berubah drastis ketika dari arah belakang melaju KA Argo Bromo Anggrek dan menghantam bagian belakang rangkaian KRL.

Benturan keras menyebabkan guncangan hebat di dalam gerbong. Sejumlah penumpang dilaporkan terjatuh, saling bertabrakan, dan panik menyelamatkan diri.
“Awalnya berhenti biasa, lalu tiba-tiba terdengar dentuman keras dan kereta langsung terguncang,” ujar salah satu penumpang yang selamat.
Kerusakan terparah dilaporkan terjadi pada gerbong belakang KRL, termasuk gerbong khusus wanita. Struktur gerbong mengalami ringsek cukup parah, sementara kaca-kaca pecah akibat benturan.
Suasana di dalam kereta berubah kacau. Jeritan, tangisan, dan teriakan meminta tolong terdengar dari dalam gerbong. Sejumlah korban luka dievakuasi oleh petugas bersama warga sekitar yang turut membantu proses penyelamatan.
Area sekitar stasiun, termasuk musala dan ruang terbuka, sempat dimanfaatkan sebagai lokasi penanganan darurat bagi korban sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sebelum insiden tabrakan antarkereta tersebut, sebuah mobil dilaporkan lebih dulu tertabrak kereta PLB 5181 di perlintasan JPL 85. Kejadian itu diduga ikut memengaruhi pengaturan perjalanan kereta di jalur Bekasi dan meningkatkan kewaspadaan petugas.
Akibat rangkaian insiden tersebut, operasional perjalanan kereta di lintas Bekasi mengalami gangguan. Sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan, sementara beberapa layanan dihentikan sementara untuk kepentingan evakuasi dan pemeriksaan jalur.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Kereta Commuter Indonesia menyatakan fokus utama saat ini adalah penanganan korban serta normalisasi perjalanan. Investigasi juga tengah dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban luka maupun dampak material secara keseluruhan. Masyarakat diimbau menunggu informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.( Red/Info Bekasi )











