DEMOKRASINEWS : Halmahera Selatan – Pasca banjir Gane pada Rabu malam (29/07/2020) hingga saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan belum meninjau lokasi terdampak banjir.
Sementara data yang dihimpun dari pihak otoritas Kecamatan Gane Timur, ratusan rumah tergenang luapan banjir dengan ketinggian volume air bervariasi.
Sesuai data yang terkonfirmasi dari Bintara Polsek Gane Timur, Brigpol. Abubakar Hasim pada tim Demokrasinews diantara sebagai berikut; Desa Maffa, 25 U unit rumah tergenang, ketinggian air 50 Cm. Desa Kebun Raja, 50 unit rumah tergenang air, dan perumahan dinas, kantor PLN Maffa juga tergenang air di bagian pekarangan, ketinggian air 50 cm. Desa Lalubi, 20 unit rumah tergenang air, ketinggian volume 70 cm.Dusun Gorua Desa Lalubi dengan ketinggian air 50 cm. SP 1A Bukit Raya, Desa Lalubi, 60 rumah tergenang air, 1 rumah rusak berat, fasilitas pendidikan (SDN 230 Halsel), tergenang air, 3 Unit rumah Ibadah (1 Masjid, 2 Gereja) tergenang air. SP 1B Tunggul Wulung, Desa Lalubi, 63 rumah tergenang air, 1 unit rumah rusak sedang, fasilitas Pendidikan (SDN 233 Halsel) tergenang air, dan 1 unit rumah Ibadah (Masjid) tergenang air.
Selanjutnya Desa Sumber Makmur, 130 rumah tergenang air, fasilitas Pendidikan (SD , SMP) tergenang air, 1 unit sarana Ibadah (Masjid), tergenang air, dan fasilitas kesehatan (Puskesmas dan Pustu) tergenang air. Desa Akelamo, 20 unit rumah tergenang air, 1 unit fasilitas kesehatan (Polindes) tergenang air, 1 unit Deker rusak parah, dan 1 unit jembatan boks rusak. Desa Batonam, 1 unit rumah tergenang air. 10) Desa Wosi, 1 uni Deker rusak berat akibat luapan banjir. Desa Kotaloow, 97 unit rumah tergenang air, 1 rumah ibadah (Masjid), fasilitas-fasilitas umum (Kantor Desa, SMP 51 Satap Halsel, TPQ, SDN 30 Halsel), dan 1 buah jembatan rusak parah. 12) Desa Foya, 15 unit rumah, dan Madrasah Aliyah Alkhairaat Maffa, tergenang air.
Berdasarkan pantauan tim Demokrasinews, tidak hanya rumah, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya yang tergenang luapan banjir. Puluhan ternak Kambing, Sapi, ayam milik warga juga ikut hilang/mati akibat banjir. Selain hewan ternak, barang-barang elektronik warga juga rusak akibat terendam banjir.
Sementara, Camat Kecamatan Gane Timur, Jais Hi Ishak, menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya berkoordinasi Pemerintah Daerah untuk meninjau lokasi terdampak banjir pada tanggal 29 Juli 2020 kemarin.
Saya sudah koordinasi dengan Pemda, Insyallah pada hari Selasa tanggal 4 Agustus 2020 dinas terkait akan melakukan pengecekan, terutama di daerah terparah (Transmigrasi),” tutup Jais.
Ketua Front Pemuda Peduli Gane, Arismunandar Ali, meminta kepada pihak Pemerintah Daerah, dalam hal ini Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar stay di lokasi rawan banjir yang sewaktu-waktu akan terjadi banjir susulan. BPBP tidak bisa berdiam diri di Kabupaten, harus turun di lokasi untuk membantu warga ketika terjadi banjir, tutup,” Aris.
Sementara pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) belum bersedia memberikan komentar atas konfirmasi bencana banjir ini.
Pewarta : Asrul Lamunu
Tim Redaksi DemokrasiNews











