DEMOKRASINEWS,Lampung Timur – Di sebuah aula sederhana di Way Jepara, Lampung Timur, suara lantang para peserta bergema, menyatu dengan semangat yang tak kalah hangat dari sinar matahari.
Di balik wajah lelah perjalanan panjang, tersimpan tekad yang sama: belajar, berkhidmat, dan mengabdi lewat Nahdlatul Ulama.
Sebanyak 144 peserta dari berbagai penjuru hadir mengikuti Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD PKPNU) Angkatan ke-83.
Mereka datang dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Way Jepara, Labuhan Ratu, Sukadana, hingga Bumi Agung. Dari 66 laki-laki dan 78 perempuan ini, setiap orang membawa cerita masing-masing, namun tujuan mereka satu: menjadi kader yang siap digerakkan untuk umat dan bangsa.

Program ini adalah kaderisasi resmi NU. “Tujuannya melahirkan kader tangguh dan militan, sekaligus meningkatkan kapasitas pengurus agar mampu menggerakkan organisasi serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan daerah.” Kata-katanya disambut tepuk tangan meriah, seolah menjadi pengikat janji bagi semua yang hadir,” tegas Syamsudin Koordinator kegiatan PKNU Angkatan ke-83 ini.
Kehadiran para tokoh NU Lampung Timur semakin menambah wibawa acara. Kyai Abdul Latief Hasan, Kyai Hasan Munawir, Kyai Muhammad Ali Maksum, hingga KH Misbahul Munir duduk bersama, menyaksikan generasi penerus yang sedang ditempa.
Aura kebapakan para kyai itu menyalurkan energi keteladanan bahwa kaderisasi bukan sekadar kewajiban, melainkan warisan perjuangan.
Bagi sebagian peserta, mengikuti PKPNU adalah langkah awal yang penuh arti. Ada yang berharap bisa menjadi penggerak di desanya, ada pula yang ingin menyalurkan ilmu agama untuk anak-anak di kampungnya.
Seorang peserta perempuan berbisik, “Saya ingin kelak bisa memberi manfaat, tidak hanya untuk NU, tapi juga untuk masyarakat sekitar.” Kalimat sederhana, namun mencerminkan betapa pendidikan kader ini menyentuh ruang terdalam hati mereka.
Di akhir hari, PKPNU bukan hanya soal materi yang disampaikan atau nama-nama besar yang hadir. Lebih dari itu, ia adalah ruang belajar kebersamaan, wadah menempa jiwa kepemimpinan, dan ladang untuk menanam benih pengabdian.
Dari Way Jepara hingga pelosok desa lain, semangat para kader ini akan terus mengalir, membawa pesan bahwa NU tidak hanya menjaga tradisi, tapi juga menyiapkan masa depan. (Red/Prie/Team Media LakpesdamNU Lamtim)











