DEMOKRASINEES,Jakarta,- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan kejadian dan penanganan bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada periode Rabu (10/9), pukul 07.00 WIB hingga Kamis (11/9), pukul 07.00 WIB. Sejumlah daerah terdampak banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan kekeringan.
Banjir di Lampung
Banjir melanda Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Rabu malam (10/9) pukul 20.55 WIB. Enam kecamatan terdampak, yakni Pesisir Tengah, Way Krui, Krui Selatan, Karya Penggawa, Lemong, dan Suoh. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 304 KK terdampak. Sebanyak 246 KK mengungsi di Pesisir Tengah, 38 KK di Krui Selatan, dan 20 KK di Karya Penggawa. Saat ini genangan di sejumlah titik mulai berangsur surut.
Banjir dan Longsor di Bali
Bencana hidrometeorologi basah di Bali berdampak pada tujuh kabupaten/kota, yaitu Jembrana, Gianyar, Badung, Tabanan, Karangasem, Klungkung, dan Denpasar. Hingga Kamis (11/9), tercatat 14 orang meninggal dunia, 2 orang hilang, serta 214 KK atau 659 jiwa terdampak. BPBD bersama tim gabungan terus melakukan penanganan darurat, termasuk pencarian korban hilang, penanganan longsor, dan pengendalian genangan. BNPB turut memberikan bantuan dan pendampingan.
Banjir Bandang di NTB
Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, diguncang banjir bandang pada Rabu (10/9) pukul 02.30 WITA akibat hujan lebat dan meluapnya Sungai Kalbir. Sebanyak 250 KK (786 jiwa) terdampak di Desa Emang Lestari dan Suka Maju, Kecamatan Lunyuk. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan 250 rumah dan satu akses jalan. Kondisi banjir kini mulai surut.
Banjir di Kalimantan Tengah
Banjir juga melanda Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (10/9) pukul 10.55 WIB. Peristiwa di Kecamatan Seruyan Hulu ini berdampak pada 95 KK, dengan kerusakan 72 unit rumah dan satu jembatan. Hingga Kamis (11/9), banjir masih belum surut.

Kekeringan di Lombok Barat
Di sisi lain, kekeringan berkepanjangan melanda Kabupaten Lombok Barat, NTB, dan berdampak pada 7.475 KK atau 22.821 jiwa di lima kecamatan. Sejak 7 Agustus hingga 10 September 2025, BPBD Lombok Barat telah menyalurkan 224 ribu liter air bersih untuk kebutuhan warga.
BNPB menegaskan akan terus mendukung pemerintah daerah dalam penanganan darurat bencana, baik hidrometeorologi basah maupun kering, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, memantau informasi resmi, serta mengikuti arahan pemerintah daerah.
( Info Hms BNPB )











