DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung – Ribuan massa aksi dari gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Lampung bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025). Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini berlangsung tertib dan damai dengan jumlah peserta sekitar 2.000 orang.
Massa aksi yang menamakan diri Aliansi Lampung Melawan itu dikomandoi oleh Jenderal Lapangan Khairil Amri, Menteri Lingkungan Hidup BEM Universitas Lampung. Elemen yang tergabung terdiri dari BEM lintas kampus di Lampung, organisasi kemahasiswaan, serta komunitas pengemudi ojek online.
Sebelum tiba di lokasi, massa berkumpul di Museum Lampung dan melakukan konvoi melewati sejumlah titik di Kota Bandar Lampung, antara lain Mall Boemi Kedaton, Taman Makam Pahlawan, Bundaran Gajah, dan Rumah Sakit Bumi Waras, hingga akhirnya berhenti di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung.
Sekitar pukul 13.00 WIB, perwakilan massa aksi menyampaikan 13 tuntutan, di antaranya desakan pengesahan UU Perampasan Aset, pemotongan tunjangan DPR, peningkatan gaji guru dan dosen, reformasi total Polri, hingga penolakan RKUHAP. Massa juga mendesak evaluasi kinerja Kapolri dan Polda Lampung, serta menolak kebijakan efisiensi di sektor pendidikan dan kesehatan.
Dalam orasinya, Presiden Mahasiswa Universitas Lampung, Ammar Fauzan, menyebut aksi ini merupakan wujud keresahan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai lebih berpihak pada kepentingan modal dibanding rakyat. Ia juga mengutuk tindakan represif aparat kepolisian terhadap masyarakat sipil.
Aksi tersebut diterima langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung, termasuk Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pangdam XXI/Raden Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, serta Kajati Lampung Danang Suryo Wibowo.
“Kami mendukung dan menerima aspirasi mahasiswa, ormas, dan masyarakat. Aspirasi ini akan kami teruskan kepada Presiden,” ujar Gubernur Lampung.
Sementara itu, Kapolda Lampung menyampaikan permintaan maaf atas insiden meninggalnya Affan Kurniawan dalam aksi sebelumnya dan menegaskan penyelidikan dilakukan secara transparan.
Aksi berakhir pada pukul 14.10 WIB setelah massa membubarkan diri secara tertib. Meski sempat ditemukan provokator yang membawa bom molotov, situasi berhasil dikendalikan aparat tanpa insiden berarti.
Aksi yang berlangsung kondusif ini menunjukkan komitmen mahasiswa dan masyarakat Lampung dalam menyampaikan aspirasi secara damai. Pihak pemerintah daerah menegaskan akan menindaklanjuti tuntutan tersebut ke pemerintah pusat. (Red/Pri/Ato)











