DEMOKRASINEWS, Kepulauan Seribu – Gelombang laut mengiringi perjalanan rombongan 27 insan media dari Lampung dan Jakarta menuju Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Dalam rangkaian Media Visit 2025 yang digelar PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatera (PHE OSES), para jurnalis tak hanya diajak menyelami pesona wisata bahari, tetapi juga menapaki kisah sejarah serta kehidupan masyarakat di ujung utara ibu kota.
Pembukaan AJP 2025,Media Visit 2025 resmi dibuka dengan sosialisasi Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025 bertema “Energizing Indonesia” di Aston Kemayoran City Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (26/8) malam. PHE OSES menegaskan pentingnya peran media dalam menyebarkan informasi positif terkait energi dan keberlanjutan.

Perjalanan Menuju Kepulauan Seribu
– Rabu pagi (27/8), rombongan jurnalis bertolak dari Marina Ancol menggunakan speed boat. Sepanjang perjalanan dua jam, mata disuguhi panorama kontras: siluet gedung pencakar langit Jakarta dari kejauhan berpadu dengan birunya langit dan deburan ombak. Pemandangan itu seakan menjadi pengingat bahwa bumi dan laut bukanlah untuk dieksploitasi, melainkan dijaga bersama.
– Program Seribu Asa
Setibanya di Pulau Harapan, jurnalis mengunjungi sekolah montessori binaan PHE OSES dalam program Seribu Asa. Program ini fokus pada pengentasan stunting bagi anak usia dini, mencerminkan komitmen perusahaan energi dalam mendukung masa depan generasi lokal.
– Wisata Bahari & Edukasi
Kepulauan Seribu menyimpan banyak pilihan wisata. Pulau Tidung dengan ikonik Jembatan Cinta, Pulau Pari dengan hamparan pasir putih Pantai Perawan, hingga Pulau Pramuka sebagai pusat konservasi penyu. Pulau Harapan sendiri terkenal dengan biota lautnya yang menawan, sedangkan Pulau Macan menghadirkan konsep eco-resort yang menyatu dengan alam.
– Wisata Sejarah
Tak hanya bahari, Kepulauan Seribu juga menawarkan jejak kolonial. Pulau Onrust dan Pulau Kelor menjadi saksi bisu masa penjajahan Belanda dengan sisa benteng Martello dan reruntuhan karantina kuno. Menyusuri pulau-pulau ini ibarat membuka lembaran sejarah perjalanan Nusantara.

Iskandar, warga Pulau Kelapa, menjelaskan, keindahan laut dan terumbu karang bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga sumber kehidupan masyarakat.
“Laut ini bukan sekadar tempat mencari ikan, tapi juga warisan untuk anak cucu. Kalau wisatawan datang dan ikut menjaga kebersihan, kami merasa terbantu menjaga rumah kami,” ujarnya.
Kepulauan Seribu juga menawarkan jejak kolonial. Pulau Onrust dan Pulau Kelor menjadi saksi bisu masa penjajahan Belanda dengan sisa benteng Martello dan reruntuhan karantina kuno. Menyusuri pulau-pulau ini ibarat membuka lembaran sejarah perjalanan Nusantara.
Iskandar menambahkan, “Di sini bukan cuma lautnya yang indah, tapi juga ada cerita lama yang bisa dipelajari. Anak-anak muda harus tahu sejarah pulau-pulau ini, supaya lebih cinta pada tanah airnya,” katanya.

Selanjutnya Supriyono, jurnalis DemokrasiNews.co.id yang turut serta dalam Media Visit 2025 Ajang Jurnalis Pertamina (AJP), mengatakan bahwa kegiatan ini jauh lebih bermakna daripada sekadar kunjungan wisata.
“Bertemu anak-anak usia dini di sekolah Montessori binaan PHE OSES membuat saya sadar, jurnalisme tak sekadar menulis berita, tapi juga bisa menjadi bagian dari perubahan.”
“Media Visit 2025 bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan ruang pembelajaran. Dari laut biru Kepulauan Seribu hingga sekolah kecil di Pulau Harapan, kami diajak melihat langsung harmoni antara alam, sejarah, dan kehidupan masyarakat. Inilah wujud nyata bagaimana energi, budaya, dan kearifan lokal dapat berjalan berdampingan demi masa depan Indonesia yang lebih lestari.”
“Kegiatan ini membuka mata saya bahwa energi, wisata, dan budaya bisa berjalan bersama. Tugas kami sebagai jurnalis adalah memastikan cerita positif ini sampai ke publik.”
“Naik speed boat menuju Pulau Harapan memberi pengalaman berbeda. Dari kejauhan terlihat gedung-gedung Jakarta, tapi begitu sampai di pulau, yang terasa adalah ketenangan. Ini pengingat bahwa Indonesia itu kaya, tinggal bagaimana kita menjaganya. (Penulis Supriyono)











