DEMOKRASINEWS, Madinah, 28 April 2026 — Suasana haru dan penuh sukacita menyelimuti kedatangan jamaah calon haji Kloter JKG 7 asal Lampung saat pesawat Saudi Arabia Airlines mendarat di Bandara Madinah. Sejumlah jamaah tampak meneteskan air mata bahagia, bahkan ada yang langsung melakukan sujud syukur setibanya di Tanah Suci.
Tepat pukul 04.45 waktu setempat, pintu pesawat dibuka. Para jamaah turun secara tertib melalui tangga pesawat dan langsung diarahkan menuju bus yang telah disiapkan untuk mengantar ke hotel penginapan.
Sebelumnya, jamaah Kloter JKG 7 dijadwalkan berangkat dari Jakarta pukul 08.30 WIB. Namun karena kendala operasional, keberangkatan mengalami penundaan dan baru lepas landas pada pukul 23.30 WIB.
Setibanya di Madinah, seluruh jamaah menempati Hotel Manazil Alrahma yang berjarak sekitar 1.800 meter dari Masjid Nabawi. Jarak tersebut dinilai cukup strategis dan memudahkan jamaah menjalankan ibadah.
Salah seorang jamaah asal Bandar Lampung, Tri Bhakti, mengaku bersyukur dengan lokasi hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi.

“Kalau keluar hotel dan melihat ke kanan, sudah tampak menara serta payung Masjid Nabawi. Kami jadi lebih mudah melaksanakan salat fardu tepat waktu,” ujarnya.
Di tengah perjalanan ibadah itu, perhatian jamaah tertuju kepada sosok dokter pendamping Kloter JKG 7, dr. Andhika Arie Prasetya, yang dikenal ramah, rendah hati, dan sigap membantu jamaah.
Selama mendampingi rombongan, dr. Andhika dinilai terampil menangani berbagai persoalan kesehatan maupun kebutuhan jamaah. Kehadirannya memberi rasa tenang, terutama bagi jamaah lanjut usia.
Ia terus mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi tubuh selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, semangat beribadah harus diimbangi dengan manajemen tenaga dan istirahat yang cukup.
“Jangan sampai terlalu semangat mengejar ibadah sunah, tetapi saat puncak haji justru kelelahan,” pesannya.
dr. Andhika juga menganjurkan jamaah untuk banyak mengonsumsi air putih minimal 2.000 mililiter per hari guna mencegah dehidrasi. Selain itu, jamaah diminta makan tepat waktu, menghindari makanan basi, cukup istirahat, serta mengonsumsi vitamin atau suplemen bila diperlukan.
Ia menegaskan bahwa puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sehingga jamaah perlu menyimpan tenaga agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan optimal.
Tak hanya soal kesehatan, dr. Andhika juga mengingatkan pentingnya menjaga dokumen pribadi seperti kartu identitas dan kartu nusuk agar tidak hilang. Jamaah juga diimbau bepergian secara berkelompok dan tidak berjalan sendiri.
“Alhamdulillah, seluruh jamaah Kloter JKG 7 tiba di Madinah dalam keadaan sehat. Semoga semuanya tetap sehat hingga kembali ke Tanah Air,” ujarnya.
Bagi jamaah Kloter JKG 7, kehadiran dr. Andhika bukan hanya sebagai tenaga medis, tetapi juga menjadi sahabat perjalanan spiritual yang menenangkan di tengah ibadah suci.( Red/Agustobationo dari Madinah )











