DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Sebanyak 40 santri Pondok Pesantren Al Islah, Kecamatan Matarambaru, Lampung Timur, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (26/8/2025). Para santri langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala mual, muntah, dan tubuh lemas.
Makanan dari program MBG dibagikan sekitar pukul 12.00 WIB, bertepatan dengan jam istirahat belajar santri. Tak lama setelah dikonsumsi, puluhan santri mulai mengeluhkan gejala mual hingga muntah berulang.
Dikutip dari media online Radar24.co.id, korban tercatat mencapai 40 santri. Sebagian besar langsung mendapatkan penanganan di Puskesmas Matarambaru, sementara lainnya dirujuk ke Puskesmas Bandar Sribhawono, Puskesmas Labuhan Maringgai, serta Klinik Permata Keluarga untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kepala UPTD Puskesmas Matarambaru, Kuntarti, membenarkan adanya puluhan santri yang ditangani akibat dugaan keracunan makanan.
“Memang benar, ada 40 santri yang mendapatkan perawatan dengan indikasi keracunan makanan,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Menurut Kuntarti, kondisi para santri kini sudah ditangani secara intensif dan sebagian mulai membaik. Hingga Jumat (29/8/2025) siang, para korban sudah diperbolehkan pulang dari puskesmas maupun klinik tempat mereka dirawat.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Lampung Timur telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebab keracunan. (Red/Rls/Pri)











