• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Giat Pembersihan Jalan Pascabanjir Bandang Luwu Utara, Tantangan dan Kendala yang Dihadapi

DemokrasiNews
20/07/2020
in Peristiwa
Giat Pembersihan Jalan Pascabanjir Bandang Luwu Utara, Tantangan dan Kendala yang Dihadapi

DEMOKRASINEWS : Luwu Utara – Giat pembersihan ruas jalan yang terputus pascabanjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan terus dilakukan. Beberapa komponen pentaheliks yang terdiri dari kelompok masyarakat, dunia usaha, pemerintah dan komunitas bersatu padu membantu percepatan pembersihan jalan, seperti yang terlihat di Jalan Salawati Daud, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Minggu (19/7).

Saenal, seorang relawan dari Desa Pongo, Kecamatan Masamba salah satunya. Dia bersama beberapa kelompok masyarakat dari berbagai desa lainnya juga ikut membantu percepatan proses pembukaan jalan Salawati Daud, yang terdampak banjir bandang pada Senin (13/7).

“Saya sendiri dari Desa Pongo dan tiga teman saya lainnya serta masih banyak lagi dari luar kawasan ini ikut membantu proses pembersihan jalan (Jalan Salawati Daud),” ujar Saenal di Masamba, Kab. Luwu Utara (19/7).

Giat Pembersihan Jalan Pascabanjir Bandang Luwu Utara, Tantangan dan Kendala yang Dihadapi Giat Pembersihan Jalan Pascabanjir Bandang Luwu Utara, Tantangan dan Kendala yang Dihadapi Giat Pembersihan Jalan Pascabanjir Bandang Luwu Utara, Tantangan dan Kendala yang Dihadapi

Saat ditemui, Saenal sedang bertugas memotong kayu-kayu yang terbawa bawaan arus banjir bandang. Dia mengatakan bahwa pembersihan di Jalan Salawati Daud cukup sulit dan memerlukan teknik khusus, terlebih ketika material lainnya yang terbawa banjir bandang merupakan puing bangunan yang di dalamnya terdapat paku dan kawat.

Giat Pembersihan Jalan Pascabanjir Bandang Luwu Utara, Tantangan dan Kendala yang Dihadapi

“Kami membantu memotong kayu untuk memudahkan tim yang menggunakan eskavator memindahkan material lumpur dan kayu-kayu. Namun cukup sulit bagi kami ketika menyusuri jalan ini karena ditemukan banyak material lainnya seperti paku dan kawat sehingga harus lebih berhati-hati,” jelasnya.

Di sisi lain, Saenal juga mengaku bahwa saat ini alat yang digunakan untuk memotong kayu atau senso masih terbatas. Sehingga hal itu memperlambat upaya pembersihan.

Giat Pembersihan Jalan Pascabanjir Bandang Luwu Utara, Tantangan dan Kendala yang Dihadapi Giat Pembersihan Jalan Pascabanjir Bandang Luwu Utara, Tantangan dan Kendala yang Dihadapi Giat Pembersihan Jalan Pascabanjir Bandang Luwu Utara, Tantangan dan Kendala yang Dihadapi

“Alat (senso) masih cukup terbatas. Disini tim kami hanya memiliki empat senso untuk melakukan pekerjaan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Thamrin yang bertugas sebagai penanggungjawab pekerjaan pembersihan Jalan Salawati Daud, menjelaskan bahwa Jalan Salawati Daud merupakan jalan yang terdampak paling parah dalam peristiwa banjir bandang ini.

Selain itu, dia mengakui masih ada beberapa ruas jalan yang terputus akibat material lumpur dan kayu-kayu serta masih terdapat genangan air di Kecamatan Masamba.

“Ada beberapa ruas jalan terdampak, antara lain Jalan Salawati Daud yang tertutup material lumpur dan kayu, Jalan Syuhada depan Kantor Pos Masamba, Jalan Palopo – Masamba depan Masjid Agung Syuhada Masamba dan Jalan SD Center yang masih tertutup genangan air serta Jalan Poros. Namun yang paling parah terdampaknya ada di Jalan Salawati Daud ini,” ujar Thamrin.

Untuk mempercepat proses pembersihan tersebut, Thamrin yang bekerja di salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam bidang konstruksi itu telah mengerahkan 15 eskavator, empat bulldozer dan lebih dari 20 mobil truk.

Sementara itu, beberapa kendala yang dihadapi selama proses pembersihan adalah ketersediaan bahan bakar untuk alat berat serta tempat pembuangan sementara material lumpur dan kayu yang telah menutup jalan.

“Saat ini cukup terbatas ketersediaan bahan bakar, khususnya bahan bakar solar yang kami butuhkan. Tempat pembuangan sementara material lumpur dan kayu yang telah kami kerjakan juga terbatas, kami bahkan sampai harus izin meminjam tanah warga sebagai tempat pembuangan sementara,” ungkap Thamrin.

Terkait pembersihan ruas jalan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam kunjungannya ke Kabupaten Luwu Utara (16/7), memberi arahan bahwa kegiatan pembersihan jalan khususnya di Jalan Salawati Daud harus dilakukan mulai dari 16 Juli sampai 19 Juli 2020.

Walaupun masih belum cukup dan banyak pekerjaan yang harus dilakukan, namun Thamrin optimis bahwa dengan kerja keras dan gotong royong semua pihak dapat mempercepat proses pembersihan jalan yang dilakukan.

“Harusnya hari ini (19 Juli 2020) adalah hari terakhir dari batas waktu yang diberikan Menteri untuk melakukan pembersihan Jalan Salawati Daud. Masih banyak hal yang harus kami lakukan. Namun saya optimis, kerja sama dan gotong royong yang kami lakukan dapat turut mempercepat proses pembersihan jalan ini,” ucapnya.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara, total jarak ruas jalan yang terputus akibat dampak banjir bandang adalah sepanjang 12,8 Km.

Adapun rinciannya meliputi jalan Nasional Rumah Sakit – Tugu Masamba Affair sepanjang 0,8 Km, jalan Lingkar Kota Masamba sepanjang 4,2 Km, jalan Nasional Tugu Cokelat – SD Radda sepanjang 1 Km, jalan Radda – Meli sepanjang 4,6 Km, jalan Sabbang – Tallang sepanjang 1 Km, dan jalan Masamba – Kamiri sepanjang 1,2 Km.

Hingga 19 Juli 2020, ruas jalan yang telah dapat di lewat oleh masyarakat meliputi Jalan Jenderal Ahmad Yani depan Bandar Udara Andri Djemma Masamba, Jalan Andi Djemma dan beberapa jalan permukiman lainnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan satu buah helikopter guna mendukung distribusi logistik dan evakuasi korban banjir bandang melalui udara.

Kerja Sama Komunitas Masyarakat Dalam Pemetaan Daerah Terdampak

Selain proses pembersihan tempat terdampak, kerja sama unsur pentaheliks oleh komunitas masyarakat turut membantu proses pemetaan daerah terdampak pascabanjir bandang Luwu Utara.

Komunitas terkait yang membantu pemetaan daerah terdampak di Kabupaten Luwu Utara antara lain Komunitas Drone Tana Luwu, Gugus Tugas Informasi Geospasial Kabupaten Luwu, Tim Geospasial Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Unit VIII Lantimojong Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan dan Gempa Sawerigading.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops BNPB) per 19 Juli 2020 pukul 08.00 WITA, bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara (13/7) dilaporkan ada sebanyak 36 orang meninggal dunia, 40 orang hilang, 58 orang luka-luka dan 14.483 jiwa mengungsi di tiga kecamatan antara lain Kecamatan Sabbang, Kecamatan Baebunta dan Kecamatan Masamba. 

Raditya Jati

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Tim Redaksi DemokrasiNews 


Berita Terkini

Tiga Orang Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Tulang Bawang, Polisi Kejar Terduga Pelaku
Peristiwa

Tiga Orang Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Tulang Bawang, Polisi Kejar Terduga Pelaku

DemokrasiNews
05/10/2026
Kejari Lampung Utara Musnahkan 37,694 Gram Sabu dan Tiga Senpi Rakitan
Hukum & Kriminal

Kejari Lampung Utara Musnahkan 37,694 Gram Sabu dan Tiga Senpi Rakitan

DemokrasiNews
30/09/2026
Polisi dan Warga Selamatkan Perempuan yang Terjun dari Jembatan Kali Gandong Magetan
Peristiwa

Polisi dan Warga Selamatkan Perempuan yang Terjun dari Jembatan Kali Gandong Magetan

DemokrasiNews
27/09/2026
Video Call Direkam, Perempuan di Lampung Selatan Diperas Rp289,9 Juta
Hukum & Kriminal

Video Call Direkam, Perempuan di Lampung Selatan Diperas Rp289,9 Juta

DemokrasiNews
26/09/2026
Tim Gabungan Temukan Pemancing Asal Lampung Selatan Meninggal di Galian Pasir Lampung Timur
Peristiwa

Tim Gabungan Temukan Pemancing Asal Lampung Selatan Meninggal di Galian Pasir Lampung Timur

DemokrasiNews
25/09/2026
Tim SAR Cari Pemancing Asal Lampung Selatan yang Hilang di Bekas Galian Pasir Lampung Timur
Peristiwa

Tim SAR Cari Pemancing Asal Lampung Selatan yang Hilang di Bekas Galian Pasir Lampung Timur

DemokrasiNews
25/09/2026

Related News

Depresi, Warga Lampung Timur Ditemukan Gantung Diri di Kebun

Depresi, Warga Lampung Timur Ditemukan Gantung Diri di Kebun

22/01/2021
Pasca Perkelahian Antar Pemuda, Kondisi Di Labuhan Maringgai Tetap Kondusif

Pasca Perkelahian Antar Pemuda, Kondisi Di Labuhan Maringgai Tetap Kondusif

23/05/2021
Bertemu Wagub Cok Ace, Youtuber ‘Tina Bule’ Bantu Promosikan Bali

Bertemu Wagub Cok Ace, Youtuber ‘Tina Bule’ Bantu Promosikan Bali

13/08/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda
  • Beranda
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2026 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/