DEMOKRASINEWS, Jakarta – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro mengikuti sosialisasi Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2022 yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dari tanggal 23-25 Maret di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat.
Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional RI dalam sambutannya menyampaikan urgensi membaca sebagai sumber informasi yang sangat penting.
“Kenapa kita harus membaca? karena hal tersebut akan mempengaruhi pemahaman kita terhadap sesuatu” ujar Syarif Bando. Lebih lanjut ia menjelaskan makna dari literasi dan esensi pentingnya dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Menurutnya literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek tertentu yang dapat diimplementasikan dengan inovasi dan kreativitas untuk memproduksi barang dan jasa yang berkualitas dan bernilai ekonomis baik skala lokal maupun global.
“Kenapa buku sangat penting? Karena tulisan memonopoli kebenaran dan maka dari itu pemikiran akan jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan perang fisik” Pungkas Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Selanjutnya usai mengikuti kegiatan sosialisasi rombongan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro dipimpin langsung Farida dan Mega Fitri, Kepala dinas dan Kepala Bidang perpustakaan berkunjung ke Perpusnas RI, Kamis (24/03/2022).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk studi tiru dan mendapatkan informasi terkait pengelolaan aplikasi Inlis Lite. Rombongan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro bertemu langsung dengan Abrar, PLH Kepala Pusat Data dan Informasi di ruang Pusdatin lantai 6 Perpusnas RI.
Seperti yang diketahui bahwa penggunaan aplikasi Inlis Lite untuk operasional teknis layanan perpustakaan sudah masif diterapkan. Sistem layanan perpustakaan yang terintegrasi langsung oleh Perpusnas RI.
“Jika sudah selesai entri data Inlis Lite, maka langsung saja mendaftarkan diri ke One Search sehingga OPAC-nya bisa diakses secara nasional dengan mudah” jelas Abrar.
Ia juga menyarankan untuk memberikan kartu perpustakaan berupa file PDF sehingga lebih simpel dan mengurangi resiko kartu hilang atau rusak yang bisa merepotkan pemustaka. ( Smbr Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro )
Tim DemokrasiNews











