DEMOKRASINEWS, Kota Madiun Jatim – Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dari bidang pendidikan terus dilakukan Pemerintah Kota Madiun. Salah satunya, dengan menghadirkan satu komplek sekolah tingkat menengah pertama.
Dilansir dari Madiuntoday website resmi Pemkot Madiun, wacana penggabungan sekolah pun mengemuka. Wali Kota Madiun berencana menggabungkan SMP Negeri 1, 3, dan 13 menjadi satu komplek sekolah. Ketiganya bakal menjadi satu sekolah bernama SMP Negeri 1 Kota Madiun.

‘’Jadi untuk ke depan, kita coba polakan SMP Negeri 1, 3, dan 13 menjadi sekolah komplek dengan satu manajemen. Artinya, SMP Negeri Satu nantinya bisa menampung lebih banyak siswa,’’ kata wali kota, Rabu kemarin (29/09/2021).
Namun, hal itu bukan lantas langsung diterapkan. Wacana perluasan SMP Negeri Satu Kota Madiun itu tetap melalui sejumlah kajian terlebih dahulu. Namun, konsep penggabungannya sudah ada. Wali kota menyebut akan ada 25 rombel tiap tahun ajaran baru. Satu angkatan dengan jumlah besar itu akan menempati satu gedung sekolah. Apakah itu di gedung SMP Negeri 1, 3 atau 13. Begitu juga dengan angkatan di atasnya.
‘’Jadi bisa dikonsep, misalnya, angkatan kelas 7 di SMP Negeri 1, kelas 8 di SMP Negeri 3, dan kelas 9 menempati gedung SMP Negeri 13,’’ jelasnya sembari menyebut SMP Negeri 14 akan diubah menjadi SMP Negeri 3 Kota Madiun. Sekolah komplek tersebut akan dipimpin satu direktur yang membawahi tiga kepala sekolah.
Wali Kota Madiun Maidi berencana ada satu kepala sekolah di tiap angkatan. Artinya, ada kepala sekolah tingkat 7, kepala sekolah tingkat 8, dan kepala sekolah tingkat 9. Kepala sekolah tersebut secara otomatis mengikuti peserta didiknya tiap kenaikan kelas.
‘’Dengan begitu, Kepala Sekolah memahami dan mendampingi terus peserta didiknya sampai lulus. Karena selalu mendampingi, jadi Kepala Sekolah paham akan peserta didik di angkatannya. Jadi lebih mudah dalam menentukan kebijakan,’’ ungkapnya.
Wali kota menyebut dengan pemantauan penuh itu harapannya kualitas peserta didik bisa optimal. Pemerintah Kota Madiun melalui dinas terkait bakal melakukan kajian-kajian wacana tersebut. Termasuk berkonsultasi dengan pemerintah provinsi hingga kementerian.
‘’Semua masyarakat ingin anaknya masuk SMP Negeri Satu. Kalau memang begitu, ya SMP Negeri Satu kita besarkan sekalian. Tetapi, tentu tetap melalui kajian-kajian,’’ pungkas wali kota sembari menyebut juga mewacanakan sekolah khusus prestasi non akademik. (ws hendro/agi/madiuntoday)
Tim DemokrasiNews











