DEMOKRASINEWS : Banten – Kegiatan Webinar yang dilaksanakan pada minggu pagi tadi,melibatkan seluruh struktur dan pengurus DPC PDI Perjuangan se-Provinsi Banten dan masyarakat umum. Webinar ini mengupas kembali perjalanan Bung Karno di Propinsi Banten pada masanya.
Bung Bonnie Triyana selaku sejarahwan juga aktif sebagai penulis buku tentang Soekarno ini menyampakian,pada tahun 1951 hingga tahun 1957 Bung Karno aktif melakukan kunjungan ke daerah Banten selalu menggunakan kereta api. Pada tahun 1951 Bung Karno melakukan kunjungan ke Bendungan Pamarayan, sedangkan pada tahun 1957 Soekarno melakukan Konsolidasi politik dan berpidato di Alun- alun Rangkasbitung, ditengah massa.
Soekarno dalam pidatonya menyampaikan tentang Konsepsi Front Nasional. Di Banten Soekarno mengumpulkan kekuatan Revolusioner atau dalam bahasa Belanda biasa disebut dengan ‘’Samebundelling Van Alle Revolutionaire Krachten” yang artinya bersatunya kekuatan Revolusioner.
Beliau juga menyinggung, yang sekarang ini menjadi polemik tentang RUU HIP, bahwa sebetulnya persoalan Diksi Pancasila,Trisila dan Ekasila, bukan hal yang baru,” kata Bonnie Triyana yang juga salah satu Pimpinan Redaksi Majalah Historia.
Sementara Intelektual NU sekaligus Kader PDI Perjuangan Zuhairi Misrawi menyebutkan, sebelum Munas Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1936 di Banjarmasin, Soekarno pernah membisiki pra ulama Nahdhatul Ulama ( NU ). Bung Karno mengatakan, bangsa Indonesia akan merdeka,maka dalam Munas NU tersebut, lahirlah Maklumat Darrussalam ( Negara Damai ).
Zuhairi Misrawi menyampaikan, bahwa sebetulnya Soekarno sangat dekat dengan para Kiyai besar. Bung Karno juga pernah belajar di tempat Syech Kholil di Bangkalan Madura Jawa Timur. Kedekatan Soekarno dengan Keluarga NU dan Muhammadiyah tidak bisa terbantahkan lagi jika melihat perjalanan sejarahnya.
Sementara Narasumber lainnya Abdul Hakim seorang Akademisi Lulusan Pondok Pesantren Daar EL-Qolam Gintung dan Pondok Pesantren Al-Hikam Cibinong mengatakan,bahwa tidak adanya kurikulum pendidikan yang mengajarkan tentang tokoh bangsa Indonesia terdahulu. Indonesia memiliki banyak tokoh pemikir Islam seperti KH. Hasyim Asy’ari, Ahmad Dahlan dan masih banyak lainnya.Masyarakat kita langsung melakukan lompatan jauh untuk mengenal Konsepsi Negara dan Islam.
Literatur tentang Ikhwanul Muslimin dan Khilafah Islamiyah cenderung mereka baca, kemudian menyebabkan munculnya kegaduhan tentang konsepsi yang para pendiri bangsa sebetulnya sudah sangat cocok dengan Culture dan Nature bangsa ini. Harapannya, kedepan masyarakat untuk lebih meningkatkan bacaan tentang tokoh Indonesia.
Rangkaian kegiatan webinar ini dilanjutkan berupa acara berdoa bersama untuk Bung Karno dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Haji Ade Sumardi, SE., MSi untuk memperingati Haul Bung Karno ke-50. Do’a juga dipimpin oleh KH. Zainudin Habasyi, SS.
Pada acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng dan ramah tamah bersama seluruh peserta Hauldari fungsionaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten serta anggota Fraksi PDI Perjuangan.
Ketua DPD PDI Perjuangan, H.Ade Sumardi, SE., MSi menyatakan, gelaran rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten merupakan upaya untuk terus merayakan dan melanjutkan gagasan serta pemikiran Bung Karno, Sang Proklamator sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia ( RI ) sambil tetap memperhatikan kondisi pandemi Covid-19 saat ini dalam menerapkan protokol kesehatan.
Meski demikian kegiatan yang diselenggarakan ini tetap diikuti oleh seluruh pengurus wilayah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan se-Provinsi Banten dan anggota Fraksi partai berlambang Banteng Moncong Putih ini, baik dalam kehadiran sesuai undangan maupun secara online.
Harapan seluruh kader serta simpatisan PDI Perjuangan selalu menggelorakan semangat Bung Karno dalam setiap langkah perjuangan di tengah masyarakat termasuk bergotong-royong menghadapi pandemi Covid-19 saat ini.
Selain itu, seluruh DPC PDI Perjuangan di wilayah Provinsi Banten juga menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memperingati bulan Bung Karno dan Haul Ke-50 sang Proklamator Kemerdekaan ini.
Pewarta : Rega Revaldy – Banten.
Editor /Redaksi : DemokrasiNews











