• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Opini

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Muara Gading Mas

DemokrasiNews
19/04/2021
in Opini
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Muara Gading Mas

DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Nelayan memiliki peranan penting dalam menopang kedaulatan pangan nasional. Produk perikanan menyediakan 54 persen dari seluruh protein hewani yang di konsumsi masyarakat. Demikian pula dalam hal berkontribusi penciptaan lapangan pekerjaan. 

Bahkan serapan lapangan kerja di sektor perikanan tangkap diperkirakan mencapai lebih dari enam juta orang. Berdasar data dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) sebesar 97 persen dari total jumlah nelayan di Indonesia, merupakan nelayan skala kecil. Dan umumnya para nelayan kecil ini masih mengalami keterbatasan tekhnologi penangkapan sehingga wilayah operasi pun menjadi terbatas.

Meskipun memiliki peranan besar dalam perekonomian negara, namun tidaklah demikian dengan kondisi kehidupan nelayan dan keluarga. Tercatat nelayan turut menyumbang 25 persen angka kemiskinan nasional pada 2017, data lain juga menyebutkan sekitar 53 persen keluarga di wilayah pesisir, hidup di bawah garis kemiskinan. Gambaran ini tentu menjadi karakteristik spesifik kerentanan nelayan dalam konteks sosial ekonomi, khususnya dalam menghadapi Pandemi Covid-19 saat ini.

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Muara Gading Mas Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Muara Gading Mas Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Muara Gading Mas

Sebagaimana diketahui, sejak Bulan Maret 2020, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) telah mengumumkan bahwa Covid-19 sebagai pandemi, yang berarti virus ini telah menyebar secara luas di dunia. Menyikapi kondisi darurat tersebut, Presiden Republik Indonesia kemudian menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang strategi menanggulangi penyebaran Pandemi Covid-19 yang di sebutkan sebagai bencana nasional. 

Sayangnya, meluasnya penyebaran virus tersebut belum diiringi kesadaran dan pengetahuan nelayan dan masyarakat pesisir mengenai dampak yang akan di timbulkan. Penyebar luasan informasi dan edukasi dari pemerintah juga dirasa belum optimal di lapangan. Banyak warga yang masih bingung dan tidak memahami maksud dari kebijakan pemerintah, misalnya pelaksanaan physical distancing atau pelarangan melaut di pagi atau siang hari yang menimbulkan kebingungan para nelayan.

Di sektor perikanan, pandemi Covid-19 telah mempengaruhi berlangsungnya aktivitas produksi dan pemasaran hasil perikanan. Karena hal tersebut terjadi penurunan permintaan ekspor sebesar 10-20 persen. Terjadinya penurunan di karnakan restoran tutup dan kebijakan pembatasan ekspor di berbagai negara, seperti di Amerika Serikat dan Tiongkok. Sebanyak 26.675 Rumah Tangga Perikanan (RTP) terdampak Covid 19, baik karena harga ikan yang anjlok maupun pemasaran untuk ekspor yang tertutup. 

Selain itu, kebijakan penutupan di beberapa daerah juga mempengaruhi penyerapan hasil produksi perikanan para nelayan. Ada di beberapa daerah mengalami kesulitan dalam menjual ikan dan mendapatkan harga yang pantas, terutama untuk jenis ikan tertentu yang menjadi komoditas ekspor.

Penjualan hasil tangkapan menjadi kendala besar saat ini, karena banyaknya pengepul ikan tidak melayani atau setidaknya membatasi pembelian ikan dari nelayan. Kondisi ini menyebabkan banyak nelayan yang kewalahan menjual hasil tangkapan, apalagi negara tujuan ekspor perikanan Indonesia juga sedang tutup dan membatasi transaksi perdagangan internasional. 

Kondisi ini terjadi karena menurunnya daya beli masyarakat sehingga pasar atau Tempat Pelelangan Ikan menjadi sepi, salah satunya akibat penerapan kebijakan pencegahan penyebaran Covid-19 yang di sosialisasikan pemerintah daerah. Adanya social atau phisical distancing dan pembatasan wilayah atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tersebut, membuat sektor perhotelan dan kuliner mengalami penurunan, sehingga permintaan akan ikan pun berkurang.

Masyarakat nelayan Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, dalam hal ini merupakan salah satu masyarakat yang terdampak Pandemi. Perekonomian di Desa Muara Gading Mas ditopang dari usaha dibidang pertambakan dan penangkapan hasil laut. Karena Desa ini memiliki potensi hasil laut yang cukup besar. Juga memiliki fasilitas tempat pelelangan ikan (TPI) sebagai tempat pertemuan antara nelayan dengan para pembeli ikan hasil tangkapan. 

Pandemi Covid- 19 termanifestasi dalam pola risiko yang kompleks bagi para nelayan. Pada situasi pandemi Covid-19 ini, hampir seluruh nelayan mengalami dampak karena yang paling berpengaruh adalah harga ikan. penurunan harga ikan akibat dari berkurangnya permintaan dari konsumen yang di batasinya ruang gerak masyarakat ditengah pandemi. Sementara disisi lain hasil tangkapan ikan para nelayan cukup banyak dan susah untuk pendistribusian dan menjual hasil ikannya.

Jika kondisi ini dibiarkan berkepanjangan, maka diprediksikan berpotensi buruk dalam kehidupan para nelayan. Pendapatan mereka semakin menurun karena kesulitan mencari pembeli hasil tangkapan. Jikapun ada yang membeli, harga yang ditawarkan sangat murah, tidak sebanding dengan modal melaut. 

Selain itu, nelayan juga mengeluhkan biaya operasional seperti harga BBM yang mahal. Hal ini menyulitkan nelayan untuk pergi menangkap ikan atau semakin mengurangi pendapatan nelayan. Selain itu, mereka juga membutuh kan biaya untuk hidup seperti membeli kebutuhan pangan yang harganya merangkak naik. Dibutuhkan juga biaya tambahan lain akibat adanya pandemi Covid-19, seperti membeli disinfektan. 

Artinya, biaya operasional melaut selama masa pandemi relatif meningkat, sementara penghasilan nelayan mengalami penurunan. Hal ini yang dirasakan oleh nelayan yang berada di Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.

Mengatasi situasi ini, beragam cara dilakukan nelayan untuk beradaptasi dan bertahan di tengah situasi krisis. Nelayan yang masih memiliki tabungan, untuk berjaga bila ada kebutuhan mendesak seperti biaya pendidikan atau kesehatan, mulai menarik tabungan untuk memenuhi kebutuhan harian atau modal untuk melaut. Tetapi malang bagi yang tidak memiliki tabungan, mereka harus berutang kepada tetangga, juragan, pengepul ataupun pihak lain yang menawarkan bantuan. 

Mengatasi harga kebutuhan pokok yang naik, mereka menyegerakan panen jagung untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Sementara yang lainnya, mencoba alih profesi menjadi buruh harian atau pekerjaan yang bisa menghasilkan pendapatan sehari-hari. Bahkan diantara nelayan yang mengalami kesulitan ekonomi membuat mereka memilih untuk tidak melaut lagi, dikarenakan tidak memiliki modal. 

Dengan kondisi tersebut, perlu adanya langkah konkrit dari pemerintah dalam rangka merespon situasi ini. Seperti halnya, mendorong masyarakat nelayan agar melakukan edukasi secara masif tentang dampak Covid-19 bagi kesehatan, dan melakukan upaya-upaya pencegahan di kampung nelayan seperti penyemprotan disinfektan, pembagian masker, dan sebagainya.

Di samping itu, pemerintah juga harus mendorong adanya skema khusus untuk nelayan dalam menghadapi Covid-19 dengan melakukan pembelian produk perikanan yang di hasilkan nelayan kecil. Memperluas pembelian makanan hasil laut oleh pemerintah untuk pasokan pangan misalkan di lapas, rumah sakit, dan lain sebagainya. Mendorong distribusi sebagai bantuan pangan, diharapkan dengan begitu, fungsi negara dalam menjaga daya beli masyarakat, melindungi ekonomi keluarga nelayan, menjaga ketersediaan pasokan protein, hingga menguatkan ekonomi perikanan nasional di tengah wabah Covid-19 akan tetap terjaga dan berjalan baik.

Mendorong managemen pemasaran usaha perikanan melalui digitalisasi. Dalam jangka panjang, digitalisasi akan memperluas akses pasar produk perikanan nelayan. Sekaligus memotong mata rantai perdagangan ikan yang selama ini terlalu panjang dan kerap merugikan nelayan. Dalam jangka pendek, digitalisasi akan mendukung upaya pemerintah dan kita semua mencegah penyebaran Covid-19. 

Kemudian memastikan akses pasokan logistik yang di butuhkan untuk operasi penangkapan ikan dan pengelohan hasil perikanan dapat berjalan lancar, dengan melakukan kerjasama dari berbagai sektor yang menangani bidang transportasi yang menerapkan sistem pembatasan, sehingga penjualan hasil produksi dapat dipertahankan. Terakhir meningkatkan akses bagi nelayan kepada program kredit dan keuangan mikro dengan suku bunga yang murah dan pembayaran pinjaman yang fleksibel.

Penulis : Agus Apriyanto, S.T., M.T., Dosen Teknik Mesin Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Lampung.


Berita Terkini

Kopi Kiai di Tengah Semarak HUT Lampung Timur ke-27: Cita Rasa Lokal yang Menggerakkan UMKM Desa
Advertorial

Kopi Kiai di Tengah Semarak HUT Lampung Timur ke-27: Cita Rasa Lokal yang Menggerakkan UMKM Desa

DemokrasiNews
15/04/2026
CERDAS: Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id
Opini

“Lampung Timur 27 Tahun: Semangat Sakai Sambayan Menguatkan Arah Pembangunan”

DemokrasiNews
15/04/2026
CERDAS : Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id
Opini

CERDAS : Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id

DemokrasiNews
14/04/2026
“Dari OTT hingga Suara Perantau: Kasus Bupati Tulungagung dan Kritik Tajam yang Terabaikan”
Hukum & Kriminal

“Dari OTT hingga Suara Perantau: Kasus Bupati Tulungagung dan Kritik Tajam yang Terabaikan”

DemokrasiNews
13/04/2026
CERDAS: Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id
Opini

CERDAS: Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id

DemokrasiNews
12/04/2026
CERDAS: Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id
Edukasi

CERDAS: Catatan Redaksi DemokrasiNews.co.id

DemokrasiNews
10/04/2026

Related News

Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo

Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo

01/03/2021
Hari Guru Nasional, Maxim Gelar Acara Apresiasi untuk Guru di SMK Negeri 4 Bandar Lampung

Hari Guru Nasional, Maxim Gelar Acara Apresiasi untuk Guru di SMK Negeri 4 Bandar Lampung

26/11/2024
Lima Pimpinan Pengurus Daerah Pejuang Bravo Lima Provinsi Lampung di Lantik

Lima Pimpinan Pengurus Daerah Pejuang Bravo Lima Provinsi Lampung di Lantik

12/08/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/